Daging Tidak Matang, Sumber Penyakit

Info Kesehatan Daging dan ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan diare.

Ada enam jenis cacing pita yang bisa menginfeksi manusia. Jenis-jenis cacing pita ini, sangat tergantung dari binatang apa dia berasal. Cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari
babi, dan diphyllobothrium latum dari ikan.

Cacing pita memiliki tiga siklus hidup: telur, larva dan cacing dewasa yang bisa menghasilkan telur.  Karena larva dapat mencapai otot mahkluk yang ditumpanginya, infeksi cacing dapat terjadi ketika Anda mengonsumsi daging mentah atau daging  yang dimasak setengah matang. Terutama bila binatang itu terinfeksi cacing pita. Kadang-kadang, infeksi cacing pita ditandai dengan: mual, lemas, diare, sakit perut, lapar terus menerus atau malah kehilangan nafsu makan, kelelahan, berat badan turun, dan defisiensi vitamin.

Tak hanya cacing. Ada sumber bahaya lain dari  daging  bila dimakan mentah atau setengah matang. Bakteri, bisa membuat Ada sakit. Beberapa jenis bakteri yang terdapat pada daging sapi antara lain:

Bakteri E Coli

Daging sapi –terutama daging cincang/giling– paling mudah terkontaminasi bakteri E Coli. Bila Anda mengonsumi daging yang terkontaminasi bakteri ini, gejala yang timbul antara lain perut mulas, kram perut, diare disertai darah. Gejala akan muncul empat hari setelah makanan itu dicerna, kemudian sakit akan dialami mulai hari ke-lima dan seterusnya.

Salmonella
Bakteri lain dalam daging mentah dan dimasak setengah matang adalah salmonella. Gejala infeksi salmonella terjadi 12 jam sampai 3 hari setelah daging yang terkontaminasi bakteri ini dicerna di dalam organ pencernaan Anda. Sakit perut, kram perut dan diare merupakan gejalanya, dan bisa berlangsung hingga 7 hari. Terinfeksi bakteri ini kadang-kadang disertai demam. 
   
Campylobacter Jejuni
Ditemukan juga dalam daging sapi. Bakteri ini disebut-sebut sangat berbahaya karena dapat menyebar, beredar bersama darah, sehingga pengobatannya butuh waktu lama. Gejala infeksi bakteri ini adalah sakit dan kram perut, demam, dan diare yang tidak disertai darah. Infeksi akan terjadi dua sampai lima hari setelah daging mentah atau setengah  matang tadi dicerna. 

Listeria Monocytogenes
Memasak daging dalam temperatur yang tepat bisa mematikan bakteri ini.  Mengonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri ini akan mengakibatkan gangguan pada organ pencernaan seperti mual dan diare.  Tanda lain yang menyertai adalah nyeri otot, dan demam.  Bakteri ini dapat menyebar ke sistem syaraf, menyebabkan leher kaku, sakit kepala, kehilangan keseimbangan, bingung dan  sawan. 

Cacing dan bakteri pada ikan
Tak hanya daging, ikan juga mengandung parasit yang bisa berpindah ke dalam tubuh Anda. Parasit yang terdapat pada ikan adalah cacing pita. Ada beberapa jenis ikan yang sangat rentan cacing pita, yakni ikan trout, cod dan salmon liar. Dampak cacing ini bagi kesehatan adalah anemia atau kurang darah, dan lesu.

Bila Anda membeli ikan mentah, pastikan penjual ikan meletakkan ikan-ikannya di atas es batu. Periksa bagian insang, pastikan berwarna merah cerah. Tekan perut ikan bagian luar, pastikan masih keras, tidak lembek dan tidak berbau. Curigalah bila ikan yang akan Anda beli didatangi banyak lalat hijau. Pertanda, ikan tersebut sudah tidak segar, dan berpotensi terkontaminasi bakteri. Amati juga, bila ikan yang Anda beli tidak diminati oleh lalat hitam yang lazimnya mengerubungi ikan. Pertanda, ikan yang akan Anda beli mengandung pengawet seperti formalin.
   
Bakteri yang lazim terdapat pada ikan bernama bakteri vibrio. Dilaporkan sebanyak 95 kasus keracunan bakteri vibrio, 50% penyebabnya karena mengonsumsi ikan mentah atau ikan setengah matang. Paparan bakteri ini di dalam tubuh Anda bisa mengakibatkan mual, sakit perut, mulas dan diare. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat mengalami sakit yang lebih parah. Penelitian dari universitas Georgia, USA, 40% infeksi bakteri vibrio bisa berakibat fatal, yaitu kematian. Celakanya, kematian itu disebabkan oleh konsumsi bakteri vibrio yang terbawa oleh ikan mentah atau setengah matang yang Anda konsumsi.