Khasiat Kacang Kedelai

info Kesehatan Kedelai populer setelah FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) menyatakan bahwa kedelai merupakan makanan sehat. Dengan mengonsumsi 4 porsi makanan dari kedelai setiap hari, kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah bisa berkurang hingga 10%, yang berarti dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20%.

Setelah pernyataan FDA ini, banyak pihak lain yang ikut menyatakan bahwa kedelai juga dapat mengurangi risiko kanker payudara, meningkatkan kesuburan,  serta bisa menjadi HRT alami (Hormone Replacement Therapy - Terapi Sulih Hormon) untuk mengatasi turunnya kadar hormon estrogen pada wanita menopause. Sebab kedelai
kaya akan isoflavon, senyawa yang mirip estrogen. Selain mengatur fungsi reproduksi, estrogen juga mengontrol tingkat kolesterol pada wanita, sehingga wanita jarang kena penyakit jantung. Isoflavon juga diklaim dapat meningkatkan daya antioksidan vitamin C dan E, sehingga menghambat tumbuhnya sel-sel kanker.


Namun menurut North American Menopause Society's Consensus Opinion on The Role of Isoflavones in Menopausal Health, kedelai bukan pengganti langsung HRT, karena kekuatan isoflavon hanya 1/100  sampai 1/1000 kali kekuatan estradiol (jenis estrogen yang paling banyak diproduksi tubuh wanita). Tapi, mengonsumsi 40-80 mg isoflavon setiap hari dapat mengurangi hot flush (rasa panas pada tubuh) pada wanita menopause, dengan minum segelas susu kedelai (43 mg isoflavon) atau makan segelas tahu atau setengah gelas kedelai kukus (50 mg isoflavon).

Belum ada bukti bahwa kedelai dapat menurunkan atau meningkatkan kesuburan. Mengonsumsi kedelai juga tidak akan mengurangi risiko kanker payudara. Namun mengonsumsi 11 g protein kedelai (dalam setengah gelas tahu atau kedelai rebus) setiap hari saat remaja bisa membantu menurunkan risiko kanker tersebut hingga 50%.  Menurut penelitian Cassidy, Bingham dan Setchell tahun 1994, mengonsumsi 45 mg isoflavon setiap hari dapat memperpanjang siklus menstruasi, khususnya pada periode pematangan sel telur.

Penelitian pada wanita menopause menunjukkan, konsumsi 40 g protein kedelai setiap hari selama 6 bulan dapat mencegah osteoporosis dan meningkatkan kepadatan tulang pinggul 2,2%. Selain itu, kedelai bisa mencegah sembelit dan kanker usus besar, karena kandungan seratnya yang tinggi. Segelas kedelai rebus misalnya, mengandung 3 g serat.


Edamame, si hijau lezat

Selain kedelai kuning, kita juga mengenal kedelai hitam dan kedelai hijau (edamame – kedelai jepang). Kandungan gizi ketiganya hampir sama. Namun karena edamame dikonsumsi saat masih muda dan segar, kandungan vitamin C-nya lebih tinggi, yakni 40 mg/100 gram.

Edamame –di Cina disebut mao dou- mempunyai rasa manis dan berbiji lebih besar. Untuk menjaga kesegaran dan citarasa alaminya, edamame direbus setengah matang, lalu dibekukan. Edamame bisa dikonsumsi sebagai camilan, salad, sup, atau manisan. Di Jepang, edamame direbus atau dikukus dengan ditambah garam, didinginkan, lalu disajikan sebagai camilan bersama bir dingin.