Manfaat Dari Taurine

info kesehatan Taurin (taurine) adalah sejenis asam amino, yaitu zat kimia yang menjadi materi penyusun protein. Taurin ditemukan secara alami dalam daging, ikan, air susu ibu, telur dan rumput laut. Sebagai asam amino, taurin adalah jenis non-esensial, yaitu yang dapat diproduksi oleh tubuh kita apabila tidak didapat dari makanan. Karena dapat dibuat secara alami dalam tubuh kita, pola makan yang baik sudah mencukupi semua kebutuhan taurin Anda.

Manfaat

Taurin berfungsi untuk mendukung perkembangan saraf dan membantu mengatur kadar garam, air, dan mineral dalam darah. Taurin adalah salah satu asam amino yang paling banyak dalam otak Anda, di mana ia bertindak sebagai neurotransmitter yang memungkinkan komunikasi antar sel. Taurin juga ditemukan dalam jumlah besar di retina, jantung, dan sel-sel darah. Orang-orang yang karena suatu sebab tidak dapat membuat taurin harus mendapatkan taurin dari makanan atau suplemen. Sebagai contoh, taurin ditambahkan pada susu formula bayi karena kemampuan bayi untuk membuat taurin belum berkembang sedangkan susu sapi tidak berisi cukup taurin.

Karena taurin digunakan oleh tubuh selama berolahraga dan di saat stres, taurin sintetis menjadi bahan populer dalam minuman energi. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen taurin dapat meningkatkan kinerja atletik. Studi lain menunjukkan bahwa taurin yang dikombinasikan dengan kafein meningkatkan kinerja mental, meskipun temuan ini masih kontroversial.

Dalam sebuah penelitian, penderita gagal jantung kongestif (CHF) yang mengambil suplemen taurin tiga kali sehari selama dua minggu menunjukkan peningkatan dalam kapasitas fisik mereka. Para peneliti tidak tahu mengapa taurin tampaknya membantu penderita gagal jantung kongestif . Ada beberapa bukti bahwa taurin meningkatkan fungsi ventrikel kiri jantung. Taurin juga dapat membantu pasien gagal jantung karena menurunkan tekanan darah dan menenangkan sistem saraf simpatik, yang sering terlalu aktif pada penderita tekanan darah tinggi dan CHF. Sistem saraf simpatik adalah bagian dari sistem saraf yang merespon stres.

Konsumsi

Taurin mungkin aman untuk orang dewasa dan anak-anak bila diminum dalam jumlah yang tepat. Taurin telah digunakan dengan aman pada orang dewasa dalam studi yang berlangsung hingga satu tahun dan telah diberikan secara aman kepada anak-anak sampai 4 bulan. Orang-orang yang terlibat dalam penelitian tidak melaporkan adanya efek samping yang berhubungan dengan penggunaan taurin. Konsumsi suplemen taurin sampai 3.000 miligram per hari saat ini masih dianggap aman. Setiap kelebihan taurin akan dibuang oleh ginjal ke urin.

The International Society of Sports Nutrition menyebut perlunya penelitian tambahan mengenai suplemen seperti taurin untuk memilah efek kafein vs bahan-bahan lain dalam minuman energi. The World Anti – Doping Agency tidak memasukkan taurin pada daftar zat yang dilarang, menyiratkan bahwa mereka tidak menganggap bahwa taurin dapat meningkatkan energi secara signifikan.

Namun, Anda perlu tetap berhati-hati dengan konsumsinya dalam jangka panjang, karena belum ada penelitian yang memastikan keamanan suplemen taurin dalam jangka panjang. Selain itu, bagi Anda yang suka mengonsumsi taurin dari minuman energi, perlu diingat bahwa mungkin ada bahan-bahan lain dalam minuman energi seperti kafein atau gula yang berbahaya bila dikonsumsi berlebihan. Terlalu banyak kafein dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta mengganggu tidur. Demikian juga dengan konsumsi gula, yang meningkatkan risiko diabetes serta masalah kesehatan lainnya. Meskipun taurin tampaknya aman bagi kebanyakan orang, minuman energi harus dikonsumsi secara bijaksana.

Daripada bergantung pada minuman energi untuk mendorong energi Anda, sebaiknya Anda memastikan cukup berolahraga dan cukup tidur. Perbanyak makan buah dan sayuran yang kaya antioksidan. Jaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air, terutama ketika Anda berolahraga keras atau sedang stres. Makanan dan minuman yang menjanjikan dorongan energi instan mungkin bermanfaat dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang kita tidak tahu dampak buruknya. Mungkin justru akan membuat tubuh Anda “keropos” sebelum waktunya.