Tenangkan Pikiran dengan Teh Herbal

Info Kesehatan Meski popularitasnya masih kalah oleh teh hitam atau teh hijau, sebenarnya sejak dulu teh herba sudah diminum orang Yunani dan Mesir Kuno, untuk memperoleh manfaat kesehatan dan efek relaksasinya. Di Inggris, teh ini disebut tisane atau tea infusion. Juga sering disebut ‘teh yang bukan teh’ (non-tea tea), karena memang tidak mengandung daun teh dan juga tidak berkafein.


Teh herba bisa berasal dari bunga, daun, biji, kulit batang pohon, atau akar. Misalnya dari kuncup mawar yang belum mekar, dari potongan sereh atau jahe, atau dari akar licorice. Teh herba berbeda dengan fruit-flavored tea, yang mencampurkan teh hitam dengan minyak esensial dari buah atau buah kering. Juga, berbeda dengan scented tea, yang dibuat dari teh dengan bahan wewangian, misalnya bunga melati atau ekstrak vanila

Bermanfaat, kecuali...

Tiap negara atau daerah biasanya punya teh herba favorit. Teh kamomil, misalnya, diminum orang Italia bila merasa kurang nyaman di perut. Teh ini juga yang diminum Kate Winslet dalam film Finding Neverland, sebagai penenang. Orang Cina suka minum teh krisan sebagai teman makan dimsum. Di Korea ada teh daun ginseng, teh jagung panggang (oksusu cha), serta teh barley panggang (bori cha) yang baunya seperti kopi, namun tidak pahit. Orang Timur Tengah suka minum teh bunga sepatu, baik disajikan panas atau dingin. Teh ini juga diminum di Okinawa, sebagai lambang panjang umur. Di Makassar ada teh daun murbei, sedangkan di dekat Bukittinggi ada teh dari... daun kopi!

Tiap teh herbal punya manfaat bagi tubuh. Hal ini karena adanya minyak esensial, vitamin, mineral, dan senyawa bermanfaat lain dalam teh tersebut. Agar lebih nikmat, teh ini sebaiknya diminum sambil ditemani sepotong cake yang bercitarasa ringan, misalnya fruit cake. Sementara, teh hitam akan lebih cocok jika ditemani cake yg lebih manis seperti chocolate cake. Hanya saja, wanita hamil perlu lebih selektif. Teh jahe, kulit jeruk sitrun, peppermint, barley, mawar, dan thyme umumnya aman diminum sesekali. Namun teh kamomil, adas, licorice, raspberry, rosemary, dan teh herba lain yang agak ‘asing’, sebaiknya dihindari karena bisa merangsang kontraksi rahim.

Perhatikan cara menyeduh

Teh herba akan paling enak jika dibuat dari herba atau tanaman yang baru dipetik.Namun karena banyak herba yang cuma tersedia di musim atau daerah tertentu, Anda tetap bisa mendapatkan teh herba yang nikmat dari herba kering.

Untuk menyeduh teh herba, gunakan teko dari gelas atau porselen polos, karena bahan logam atau keramik berglazur bisa bereaksi dengan unsur dalam teh. Bilas dulu teko dengan air panas agar teh tidak cepat mendingin. Untuk teh dari daun atau bunga, masukkan teh itu ke teko, lalu tuangi air mendidih pelan-pelan. Tutup teko segera agar minyak esensial dari teh itu tidak menguap, diamkan 10-15 menit, lalu tuang melewati saringan stainless steel. Untuk 1 cangkir teh, gunakan 1 sendok teh kering atau 3 sendok teh segar.

Untuk teh dari akar, kulit batang, atau biji, rebus 15-30 gram teh itu dengan 2 cangkir air dingin dalam panci porselen atau pyrex, hingga mendidih. Kecilkan apinya, teruskan dipanaskan selama 10-20 menit, lalu saring. Kalau teh akar ini ingin dicampur dengan teh daun atau bunga, tuangkan teh akar ke atas teh daun, diamkan selama 10-15 menit, lalu saring lagi.

Ingin membuat es teh herba? Caranya sama, hanya saja jumlah tehnya dua kali lebih banyak. Setelah disaring, dinginkan selama 30 menit, lalu tuangkan ke dalam gelas yang penuh berisi es. Umumnya teh herba tak perlu memakai gula. Namun Anda bisa menambahkan sedikit gula atau madu. Ada juga teh yang secara alami manis, misalnya teh licorice. Teh herba yang tidak jadi diminum sebaiknya disimpan dalam kulkas dan dikonsumsi dalam 24 jam setelah diseduh.