Tips Diet Agar Tidak Gagal

Info Kesehatan Anda merasa bersalah karena hari ini makan enak dan merasa diet Anda ‘hancur lebur”? Jangan dulu berkecil hati. Jangan siksa diri Anda dengan pikiran harus begini dan harus begitu. Relaks dan nikmati diet dengan santai dan jauhi hal-hal berikut agar diet Anda tak gagal lagi.


Pemikiran yang 'menggemukkan'

Buang pikiran bahwa 'saya telah menghancurkan program diet saya'.  Karena, jika Anda sering berpikir seperti itu,  pada akhirnya Anda akan 'kebal' terhadap kata-kata tersebut, dan tanpa disadari Anda pun bisa menghabiskan satu kotak biskuit dalam beberapa jam saja, padahal seharusnya untuk satu minggu. Kata-kata yang tertanam di dalam pikiranlah yang akan mempengaruhi perilaku Anda. Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa sebenarnya pola pikir merekalah yang harusnya diperbaiki. Bermacam usaha diet tidak akan berhasil apabila pikiran yang baik tidak menyertai perilaku.

Jalan keluar: rencanakan kegiatan sehari-hari – termasuk diet – dengan pikiran positif. Hindari menyebut diri sendiri 'gemuk', 'jelek', atau kata-kata negatif lainnya. Segala sesuatu yang dimulai dari pemikiran negatif bisa memicu kegagalan. Jadikan kata-kata yang Anda tanamkan pada diri sendiri sebagai  motivasi yang akan mendorong Anda menjadi lebih baik.

Terlalu perfeksionis

Anda merasa harus mencapai target dalam waktu singkat, misalnya harus berhasil menurunkan 5 kg berat badan dalam satu minggu. Hal ini justru akan membuat Anda stres, bahkan depresi. Anda akan terus merasa gagal karena tidak pernah mencapai target.

Jalan keluar: buat target penurunan berat badan sesuai kemampuan. Coba dulu dalam waktu satu bulan. Apabila target tidak tercapai, turunkan sedikit target itu. Yang penting,beri waktu pada tubuh untuk menyesuaikan dengan metabolisme baru yang Anda ciptakan.

Nilai yang tidak rasional
Sekali Anda melakukan 'kesalahan' – misalnya makan seporsi cheese cake di acara
ulang tahun seorang sahabat – Anda merasa harus mengulang lagi semuanya dari awal.
Akibatnya, Anda akan mudah lelah dan bosan. Anda juga akan merasa bahwa apa yang Anda
kerjakan seolah tidak pernah selesai.

Jalan keluar: sadarilah bahwa tubuh juga bisa mengalami kejenuhan. Sesekali
menikmati makanan berlemak dalam porsi kecil, bukanlah kesalahan fatal, sehingga
Anda harus mengulang lagi diet  dari awal. Kenali keinginan tubuh terhadap suatu
hal, penuhi, lalu rasakan kenikmatannya. Rasa senang justru akan mendorong Anda
untuk menjadi lebih baik lagi. Dengan kata lain, Anda akan lebih bersemangat
meneruskan program diet Anda.

Pemikiran yang ekstrem

Anda merasa harus menjauhi semua makanan berlemak. Anda berpikir semua makanan
seperti cokelat, keju, atau susu adalah musuh utama. Anda tidak menyadari bahwa
sesungguhnya Anda tetap harus mengonsumsi makanan-makanan itu untuk memenuhi gizi 
dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Jalan keluar: diet yang baik adalah dengan gizi seimbang. Sehingga walaupun Anda
mengurangi porsi makan, tubuh tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup. Kenali juga
aktivitas Anda sehari-hari. Cari tahu berapa kalori yang dibutuhkan tubuh Anda untuk
menjalani aktivitas tersebut. Besar kalori itulah yang Anda penuhi supaya tubuh
mendapatkan cukup pasokan energi.

Jika Anda belum bisa mengendalikan nafsu makan melalui pola pikir baru, coba
alihkan perhatian Anda dari makanan dengan melakukan kegiatan yang akan membuat
Anda selalu sibuk. Misalnya, membaca buku dan mempelajari hal-hal baru yang
menyenangkan dan sudah sejak lama ingin dijalani. Intinya, buat diri Anda sesantai
mungkin, dengan menghilangkan keinginan makan di waktu-waktu tertentu.