9 Tips Nutrisi untuk Menambah Kecantikan

Info Kesehatan Kalimat “you are what you eat” dan dampaknya dengan kesehatan dan kecantikan bukanlah sekadar slogan kosong. Sebab, apa pun yang Anda masukkan ke dalam tubuh, itulah yang akan ‘terpancar’ keluar. Tak heran bila tubuh yang sehat berefek besar pada keindahan kulit. Semutakhir apa pun produk perawatan yang Anda gunakan, tetap dibutuhkan perawatan dari dalam berupa makanan.

Memilih bahan makanan yang berkualitas baik dikatakan dapat mengurangi efek radikal bebas dan menaikkan jumlah antioksidan. Menu makanan yang sehat pun siapa tahu dapat membuat anggaran untuk produk perawatan dapat berkurang. Satu hal lagi, sebisa mungkin hindari gaya hidup yang tidak bersahabat dan jadikan opsi ini sebagai penyelamat  untuk memperbaiki masa depan kulit, berapa pun usia Anda.

Berikut ini 9 tip nutrisi untuk menambah kecantikan kulit Anda:

1. Mineral anti penuaan
Khusus untuk kulit, mineral yang diperlukan adalah yang mengandung:
- Seng.
Terdapat dalam daging merah, kerang, dan sayuran. Berfungsi untuk melakukan sintesis protein.
- Zat besi.
Zat ini sangat penting untuk melakukan sintesis reaksi-reaksi metabolisme. Zat besi yang terdapat dalam daging merah lebih mudah diserap dibanding zat besi pada sayur bayam.
- Magnesium.
Mineral ini diperlukan untuk mikrosirkulasi sekaligus membantu menyehatkan folikel rambut.
- Selenium
Seperti: ikan, kerang, tiram, dan kalkun. Selenium penting bagi keindahan kulit.

2. Nutrisi agar rambut sehat dan  kuku menawan
Berikut daftar makanan untuk menjaga kesehatan rambut dan kuku:
- Kuning telur, coklat, ragi, jus jeruk, dan wortel, agar rambut tampak berkilau.
- Minyak ikan, daging merah, minyak biji rami, dan tiram dapat mencegah kerontokan rambut.
- Biji gandum, hati, dan telur, berfungsi memperkuat kuku yang rapuh.

3. Vitamin A untuk peremajaan kulit
Vitamin ini akan membantu kulit memperbarui dirinya sendiri. Sumbernya adalah  buah-buahan yang kaya akan likopen seperti tomat, aprikot, anggur, semangka dan jambu. Likopen dikenal sebagai zat antioksidan yang bermanfaat untuk menciptakan kelenturan serta mampu mengurangi kerusakan kulit dari radiasi sinar ultraviolet hingga 48 persen. Selain itu, vitamin A juga kaya akan retinol yang berasal dari hewan, yaitu kuning telur dan daging.

4. Langkah tepat dengan serat

 
Serat menjadi kiat penting untuk melancarkan proses pencernaan makanan, yang sekaligus membantu menghambat peredaran racun serta radikal bebas dalam tubuh. Anda disarankan mengonsumsi serat 25-30 gram sehari, misalnya:
- Serat insoluble; serat yang tidak larut dalam air. Serat ini berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi makanan dalam tubuh. Sumber-sumbernya adalah kacang-kacangan, sayuran daun hijau tua, umbi-umbian dengan kulitnya, dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya.
- Serat soluble; yang larut dalam air. Serat ini dapat menunda kekosongan perut dengan membentuk gel di usus. Gel tersebut berperan memperlambat penyerapan glukosa, kolestrol, dan trigliserida. Serat larut berasal dari kacang-kacangan, biji-bijian, umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran.

5. Makanan berwarna pelangi: Palet antioksidan
Pastikan Anda selalu mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya akan warna. Warna alami yang dihasilkan dari tumbuhan menunjukkan kandungan zat fitokimia yaitu zat antioksidan seperti karotenoid, polifenol, dan sebagainya.  Karenanya, semakin banyak warna yang Anda tambahkan dalam piring harian Anda, akan memberi manfaat untuk tubuh serta kulit, misalnya;
- Sayuran dan buah berwarna cerah seperti merah, kuning dan oranye kaya akan karotenoid, likopen, dan lutein. Ketiganya dikenal sebagai zat antioksidan yang berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari serta memiliki manfaat anti penuaan. Sumber-sumbernya antara lain, apel, paprika, tomat, peach, dan wortel.
- Antosianin adalah zat antioksidan yang memberi warna ungu pada bit, kubis merah, kurma, buah prem kering, anggur hitam, blackberry, dan blackcurrant. Antioksidan dalam sayuran dan buah berwarna gelap  terbukti mampu memperlambat proses penuaan.
- Warna hijau pada sayur berasal dari pigmen klorofil. Lutein dan zeaxanthin adalah dua karotenoid yang ditemukan pada sayuran hijau seperti mentimun, bayam, dan kubis.

6. Suplemen terbaik
Otak merupakan organ yang paling berlemak di tubuh. Sekitar 60 persen otak terbuat dari lemak (lipid), di mana lebih dari 70 persen lemak adalah asam lemak esensial. Di antaranya adalah omega-3 dan omega-6. Kedua asam lemak tersebut berperan memperbaiki kerusakan kulit serta mencegah datangnya ’tamu asing’ seperti garis-garis halus. Karenanya, menyeimbangkan keduanya menjadi kiat penting agar kulit senantiasa tetap terjaga. Rasio ideal asupan  omega-6  lima kali lebih banyak dibanding omega-3.
Berikut pola makan dengan kandungan asam lemak yang disarankan:
- Mengurangi saturated fatty acids (lemak jenuh) yang terdapat dalam lemak daging, kue kering, dan keju.
- Membatasi polyunsaturated fatty acids (lemak tak jenuh ganda) yaitu minyak bunga matahari.
- Perbanyak monosaturated fatty acids ( lemak tak jenuh tunggal) atau yang sering disebut sebagai omega-9, yang banyak terdapat pada minyak ikan.
- Kunci penting adalah Polyunsaturated omega-3s fatty acid yang terdapat pada minyak canola, linseed dan minyak ikan.

7. Alarm anti dehidrasi
Minum air putih minimal 2 liter sehari dianggap ’hukum’ yang tak ketinggalan zaman. Namun pastikan Anda banyak minum air di antara waktu makan dan bukan saat sedang makan. Sebab minum terlalu banyak air sembari memasukkan makanan dapat memperlambat proses pencernaan yang berujung pada rasa kembung. Seperti disarankan oleh para ahli naturopati; ”Cukup minum seteguk air dan hindari memaksa tubuh Anda untuk menampung minuman segelas penuh saat sedang makan.”

8. Kabar baik dari kopi

Menikmati secangkir kopi di pagi hari berefek besar untuk menciptakan kesegaran. Kafein yang terkandung dalam kopi bekerja mengumpulkan sumber energi yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara menunda kelelahan. Ia juga kaya akan zat antioksidan yaitu fenol dan flavanoid.

9. Jus segar vs buah segar

Tahukah Anda bahwa jus buah (terutama dalam kemasan) memiliki kalori lebih tinggi daripada buah segarnya? Gara-garanya kandungan kadar gula yang ditambahkan. Sayangnya buah-buahan justru akan kehilangan serat dalam proses ekstrasi, yang tentu saja kehilangan sebagian sifat-sifat positif yang dibutuhkan tubuh. Karenanya, rasio asupan jus segar harus seimbang dengan buah segarnya untuk memenuhi kebutuhan keduanya.