Anti Aging dari Lendir Siput

info kesehatan Siput bergerak sangat lambat, yaitu sekitar 1 mm per detik. Pada saat bergerak, siput meninggalkan jejak lendir. Lendir yang dihasilkan oleh siput ini berfungsi sebagai pelumas untuk memudahkan bergerak sekaligus melindungi dirinya terhadap gesekan saat berjalan.

Ternyata lendir ini secara tidak sengaja diketahui memiliki efek menghaluskan kulit. Hal ini terjadi ketika para peternak siput escargot di Cile yang setiap harinya memegang dan menangani langsung siput hidup untuk diekspor ke Prancis merasakan bahwa kulit mereka menjadi halus dan luka sayatan pada kulit mereka cepat sekali sembuh tanpa bekas luka sedikitpun. Potensi lendir siput escargot inipun segera menyebabkan booming di kalangan industri kosmetik, khususnya kosmetik anti-aging. Bahkan salah satu spa di Jepang telah menjadi pionir yang menawarkan facial menggunakan siput hidup. Lendir siput escargot ini juga telah banyak dijadikan bahan aktif untuk produk kecantikan atau perawatan kulit, khususnya di negara-negara Asia, Amerika Selatan, dan Eropa.

Lendir siput mengandung senyawa protein, kolagen, asam hyaluronat, asam glikolat, elastin, antibiotik, dan antioksidan. Komponen-komponen tersebut memberikan dampak positif bagi kulit, yaitu meregenerasi sel kulit, menghilangkan sel kulit mati, mengurangi bengkak (inflamasi), membantu kulit mempertahankan kelembapan, mengurangi keriput pada kulit, menghilangkan jerawat, dan mempercepat penyembuhan luka. Jenis luka pada pasien diabetes, luka bakar ringan, bisul, dan wasir.

Ketika lendir siput diaplikasikan pada kulit, jaringan epidermis kulit akan terstimulasi untuk mensintesis kolagen dan elastin yang dapat mereduksi tanda-tanda penuaan akibat paparan sinar ulta violet. Antioksidan yang terkandung dalam lendir siput juga berfungsi menangkap radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Sifat enestesi, higroskopis, dan antibakteri pada lendir siput menyebabkannya cocok digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada luka bakar ringan dan luka lainnya.