Cara Memilih Kandungan Aktioksidan Pada Makanan

Info Kesehatan Antioksidan adalah zat yang mampu memperlambat proses oksidasi, yaitu reaksi kimia yang berupa pengikatan oksigen dan pelepasan hidrogen. Proses  ini bisa terjadi di mana saja, termasuk di dalam tubuh kita.

Faktanya, tidak ada antioksidan yang lebih baik daripada yang lain. Makin bervariasi jenis makanan mengandung antioksidan yang kita konsumsi, makin maksimal senyawa tersebut bekerja bagi tubuh kita. Karena, setiap antioksidan memiliki tugas untuk melindungi di
tempat-tempat yang berbeda.

Secara umum, semakin kuat warna suatu bahan makanan, semakin besar kekuatan antioksidannya. Walau ini tidak selalu dapat dijadikan patokan, setidaknya Anda memiliki panduan dalam memilih makanan. Berikut beberapa kelompok antioksidan yang terdapat dalam bahan makanan sehari-hari:

Carotenoid
Ada sekitar 500 jenis bahan makanan berwarna kuning kemerahan tergabung dalam kelompok ini. Betakaroten yang oleh tubuh diubah menjadi vitamin A, dapat meningkatkan sistem imun (kekebalan) dalam tubuh, memerangi kanker jenis tertentu, serta membantu mencegah penyakit jantung. Wortel, ubi dan aprikot adalah contoh sayuran dan buah yang mengandung betakaroten tinggi. Jenis lain adalah likopen –banyak terkandung dalam tomat dan semangka— kini tengah diteliti secara intensif, karena diduga dapat secara efektif melindungi prostat dari serangan kanker. Selain itu lutein dan zeaxanthin juga mampu menjaga mata dari kerusakan okdidatif. Kol, jagung, telur dan bayam termasuk di antaranya.

Flavonoid
Lebih dari 4000 flavonoid mempunyai struktur kimia yang hampir serupa, namun memiliki manfaat berbeda-beda. Anthocyanin adalah flavonoid paling 'menyilaukan' –merah, ungu dan biru-- terdapat pada buah-buahan jenis berry. Flavonoid ini berfungsi meningkatkan penglihatan, menghambat pertumbuhan tumor, dan melindungi tubuh dari penyakit jantung.
  
Catechins dan quercetin
Catechins yang melimpah ruah terkandung dalam teh, cokelat, anggur, berry, dan apel dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan tumor. Quercetin¸yang terdapat pada bawang dan apel, terbukti dapat melindungi paru-paru dari peradangan. Jeruk bali juga mengandung naringin yang dapat menurunkan kolesterol.

Isothiocyanates
Senyawa ini berfungsi sebagai pembawa aroma dan rasa pada sayuran persilangan, seperti brokoli, kembang kol, dan kol. Walaupun aroma bahan-bahan makanan ini kurang menarik, efektivitasnya sebagai antioksidan luar biasa. Isothiocyanates membantu melindungi DNA dalam sel tubuh dari kerusakan akibat karsinogen (zat-zat pemicu kanker). Sulforaphane, jenis isothiocyanate yang terdapat dalam brokoli, dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan prostat.

Vitamin dan mineral
Selain sebagai zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, vitamin dan mineral juga berfungsi sebagai antioksidan. Selain vitamin A yang kaya betakaroten, vitamin E juga mampu membuang radikal bebas yang menyerang sel lemak, terutama kolesterol LDL. Vitamin E juga terbukti efektif melawan katarak dan kanker, terutama kanker prostat. Vitamin E antara lain terdapat pada biji bunga matahari, kacang almond, hazelnut, dan biji gandum.
   
Setelah melumpuhkan radikal bebas, antioksidan dalam vitamin E menjadi lemah. Di situlah vitamin C berperan, sebagai baterai yang mengisi kembali kekuatan vitamin E agar dapat terus melumpuhkan radikal bebas. Proses ini dapat berulang hingga 1000 kali!  Vitamin C juga dapat melindungi protein, lemak, karbohidrat, dan DNA dari kerusakan akibat radikal bebas. Mengonsumsi makanan yang kaya  vitamin C dipercaya dapat menurunkan risiko kanker paru-paru dan payudara. Vitamin ini banyak terkandung dalam sitrus, stroberi, lada, kiwi dan tomat.
   
Mineral selenium juga penting sebagai pembentuk beberapa jenis enzim antioksidan. Beberapa di antaranya dapat melindungi sperma dan pembuluh darah dari kerusakan oksidatif. Selain itu beberapa juga dapat membantu vitamin C dan E bekerja lebih baik. Selenium banyak ditemukan pada daging, makanan laut, bawang putih, gandum, jagung, dan kacang-kacangan.