Cara Memperlambat Penuaan

info kesehatan Munculnya penuaan tidak sama pada setiap orang. Ada wanita yang berusia 35-an tapi pada dirinya belum terlihat tanda-tanda penuaan. Sebaliknya ada pula wanita yang relatif masih muda, namun telah beruban, misalnya. Penuaan berkait erat dengan warisan genetik. Hal lain yang mempengaruhinya adalah gaya hidup. Namun tidak berarti tak ada yang bisa dilakukan untuk menghadapi penuaan. Ada berbagai cara untuk memperlambat penuaan dini, atau disebut anti-aging. Simak 5 langkah anti-aging yang bisa Anda terapkan sehari-hari berikut ini:

Mengelola stres
Stres adalah hal yang normal, asal masih di dalam batas wajar. Stres justru berguna untuk memacu diri dan menghadapi masalah yang menghadang. Namun stres jangka panjang tidak baik karena meningkatkan kadar hormon kortisol di dalam tubuh. Kadar kortisol yang tinggi antara lain memicu produksi radikal bebas, merusak sistem saraf, menurunkan kekebalan tubuh, dan menyebabkan masalah kulit (keriput, jerawat, psoriasis).

Karena itu, awali hari Anda dengan metode pengendalian stres. Beberapa cara jitu yang bisa diterapkan sehari-hari adalah bernapas dalam-dalam dan perlahan, meditasi, melakukan peregangan (stretching), dan relaks.

Berolahraga

Olahraga dapat memperbaiki postur tubuh, mengurangi stres, dan menyeimbangkan hormon. 'Resep' dasar olahraga anti-aging terdiri dari: peregangan (untuk meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan, mengurangi risiko cedera, menghilangkan nyeri), latihan kardio termasuk pemanasan (meningkatkan denyut jantung dan kapasitas paru-paru, memicu produksi hormon anti-aging seperti hormon pertumbuhan dan testosteron), latihan anaerobik seperti pilates dan beban (membangun kekuatan dan mengeluarkan hormon anti-aging).

Beri makan gen
Para ilmuwan percaya bahwa makanan bisa digunakan sebagai 'obat' untuk menunda penuaan. Untuk itu, diet anti-aging bisa menjadi jawaban yang tepat. Diet ini adalah diet kaya serat, antioksidan, dan zat penting lainnya. Anda disarankan banyak mengonsumsi sayuran, buah, biji-bijian, omega-3, serta makanan mengandung lemak jenuh rendah.

Dalam piramida makanan anti-aging, menu harian sebaiknya terdiri dari air, karbohidrat kompleks (sereal biji utuh, gandum), buah utuh, kacang dan polong, sayuran hijau, telur organik, serta minyak zaitun. Dua kali seminggu, Anda boleh menyantap ikan laut dan daging unggas. Sedangkan penganan manis serta daging merah tanpa lemak hanya boleh disantap sekali seminggu. tentu saja, aneka makanan tersebut disantap dalam jumlah yang sesuai kebutuhan.

Mengonsumsi suplemen

Meskipun pola makan Anda sudah baik, belum tentu kebutuhan Anda akan vitamin dan mineral terpenuhi. Misalnya, untuk memperoleh 400 IU vitamin E yang dibutuhkan tubuh dalam sehari, Anda harus menyantap 28 cangkir kacang atau makan sebanyak 5000 kalori sehari. Tentu saja, setiap orang memiliki kebutuhan dosis suplemen yang berbeda, tergantung faktor genetik, berat badan, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, aktivitas, dan kemampuan menyerap nutrisi. Bila tubuh Anda dalam kondisi prima, kelebihan sedikit suplemen tak berbahaya. Namun, agar lebih yakin, konsultasikan dengan dokter.


Make over kulit dan tubuh
 Sinar ultraviolet UVA dan UVB berdampak buruk pada kulit, antara lain menimbulkan kerutan, ruam, dan menurunkan elastisitas kulit. Sinar UV juga memacu terbentuknya radikal bebas yang mengurangi kekenyalan dan kelenturan kolagen serta mempengaruhi penyebaran nutrisi dan pembersihan toksin dari tubuh. Karena itu, lindungi kulit dari sinar matahari sejak pukul 09.00-14.00 dan oleskan selalu tabir surya berkualitas baik.

Konsumsi gula berlebih juga tak baik bagi kulit dan tubuh Anda. Gula menimbulkan garis-garis di kulit atas dan bawah mata serta membuat bagian itu bengkak. Ajaibnya, diet dengan meningkatkan konsumsi protein tanpa lemak dan makanan yang kaya omega-3, omega-6, dan omega-9 (ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, zaitun) akan mengurangi garis dan bengkak itu dalam beberapa hari saja.