Cara Merdakan Rasa Nyeri

info kesehatan Wanita lebih sering merasa nyeri daripada pria, dan rasa nyeri ini pun dirasakan di lebih banyak bagian tubuh. Demikian kata Fernando Cavero, M.D. dari Alan Edwards Centre for Research on Pain di McGill University, Montreal, Kanada. Menurutnya, wanita cenderung mengalami sindroma nyeri seperti migrain dan sakit perut empat sampai lima kali lipat pria. Tambahnya, "Estrogen adalah hormon yang melindungi, dan wanita lebih rentan terhadap rasa nyeri ketika level estrogen mereka turun naik."

Kram
Menurut Joseph Alban M.S., pakar akupunktur dari New York City, "Tidak diketahui apakah akupunktur dapat meredakan kram perut, karena ia mempengaruhi level prostagalandin. Tapi kami yakin, akupunktur ada pengaruhnya untuk menghentikan atau mencegah aliran hormon-hormon yang menyebabkan nyeri."

Jarum tak selamanya diperlukan, khususnya bila Anda merasa ngeri atau tak nyaman. Akupresur juga efektif, dan bisa Anda lakukan sendiri. Dari pengalaman Alban, dua di antara titik-titik paling berpengaruh terletak beberapa inci di atas tulang pergelangan kaki bagian dalam dan di bawah lutut di bagian luar kaki. Untuk meredakan nyeri, pijat kedua titik ini sekitar 30 detik. Semakin berat kram yang Anda derita, semakin kuat Anda perlu memijat titik-titik ini.

Migrain

Selama berabad-abad, penelitian menunjukkan bahwa turun-naiknya estrogen yang dramatis -sebelum haid atau pada waktu menopause- dapat memicu migrain pada wanita. "Otak migrain tak suka perubahan, maka ketika level estrogen tak menentu, atau saat level hormon tidak berada di tempat yang seharusnya, ia jadi peka," kata Joel Saper,M.D. dari Michigan Head Pain and Neurogical Institute di Ann Arbor.

Oleh karenanya Saper sangat menganjurkan wanita untuk menjalani hidup yang teratur. "Sementara Anda mendekati masa haid atau berada dalam tahap perimenopause, biasakan bangun, tidur, makan pada waktu yang sama setiap hari," katanya. "Mungkin tidak mudah, tapi pada pasien-pasien saya hasilnya sangat menggembirakan. Biofeedback -suatu teknik yang mengajari orang untuk memonitor detak jantung, tekanan darah, dan respon stres- patut pula dipertimbangkan, karena berguna untuk mengembalikan keteraturan," ujar Saper.