Fakta Air Kemasan

Info Kesehatan World Health Organization (WHO), air yang layak minum memiliki nilai kadar zat terlarut (TDS) tidak lebih dari 50 ppm (part per million). Bila mengandung lebih dari 50 ppm, tubuh dianggap tidak bisa memprosesnya secara baik dan organ tak mampu mengurainya. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, dikhawatirkan akan terjadi endapan di organ vital dan akhirnya menimbulkan penyakit.

TDS sendiri singkatan dari Total Dissolved Solids, yaitu jumlah
atau kandungan unsur padat yang terlarut dalam air, di antaranya alumunium, besi, perak, seng, mangan, dan garam. Untuk mengetahui jenis dan kadar mineral di dalam air minum Anda -baik air ledeng maupun Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)- Anda bisa memeriksakan air tersebut ke laboratorium BPOM.

Selain AMDK yang berupa air putih, kini makin marak bermunculan produk air kemasan lainnya. Beberapa di antaranya adalah sparkling water, air beroksigen, serta bervitamin.

Sparkling water adalah air mineral berkarbonasi, yaitu air mineral yang mengandung karbondioksida (seluruhnya atau sebagian didapat asli dari sumber airnya atau bisa juga ditambahkan dari luar). Karena itu, air mineral jenis ini terasa lebih segar. Sementara air oksigen -seperti namanya- adalah air yang telah ditambahkan kandungan oksigennya.

"Sayangnya, usus manusia tidak bisa melakukan penyerapan gas seperti CO2 dan O2," jelas Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK., Clinical Nutrition Specialist dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. "Lagipula, begitu tutup botol dibuka, gas-gas itu akan teroksidasi lalu keluar dan hilang begitu saja. Atau bisa juga terjadi, saat kita meminumnya, tubuh akan menolak lalu kita bersendawa. Hilanglah gas itu."

Sedangkan produk air kemasan dengan penambahan vitamin di dalamnya (air bervitamin), Dr. Luciana mengingatkan tentang kadar vitamin yang diperlukan tubuh sehari-hari. Vitamin C, misalnya, hanya diperlukan tubuh sebanyak 90 mg/hari. Jadi pada dasarnya tubuh tidak memerlukan terlalu banyak.

"Lagipula vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin B dan C, sangat mudah rusak. Selain itu, botol minuman bervitamin seharusnya gelap untuk menghindari paparan sinar matahari. Soalnya sinar matahari akan merusak vitamin dalam botol," tutur Dr. Luciana.