Perbedaan Air Kemasan Dengan Air Ledeng Biasa

Info Kesehatan. Kalau Anda pergi ke supermarket lalu membeli air minum dalam kemasan (AMDK), Anda akan melihat sederet merek AMDK terpampang di rak. Bisa jadi Anda menganggap semua jenis AMDK sama saja: sama-sama air mineral. Padahal, tidak semua AMDK adalah air mineral, lho.

Menurut SNI (Standar Nasional Indonesia), AMDK adalah air yang telah diproses, dikemas, dan aman diminum tanpa harus dimasak dulu sampai temperatur tertentu. AMDK terdiri dari air mineral dan air demineral/air murni. Air mineral adalah
air yang mengandung mineral-mineral dalam jumlah tertentu tanpa penambahan mineral lagi, dan dikemas di dekat lokasi sumber air. Sementara air demineral adalah AMDK yang telah melalui proses pemurnian seperti destilasi, deionisasi, reserve osmosis, atau proses setara lainnya.

Lalu, apa bedanya air kemasan dengan air ledeng biasa? Menurut Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK., Clinical Nutrition Specialist dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, air ledeng yang bersumber dari sumur dangkal biasanya masih mengandung banyak kontaminan (kuman patogen yang bisa menyebabkan penyakit). Kuman patogen dalam air ledeng bisa dihilangkan dengan mendidihkan air. Tapi ada lagi yang harus diperhatikan: asalkan sumur dangkal Anda tidak tercemar karena lokasinya terlalu dekat dengan selokan atau bahkan septic tank.

Masalah akan timbul bila air ledeng mengandung mineral dalam kadar tinggi yang tidak sesuai fisiologi tubuh. Atau yang lebih berbahaya lagi, bila air ledeng mengandung mineral yang seharusnya tak boleh ada dalam air minum. Pasalnya, mineral ini tidak bisa dihilangkan dengan cara mendidihkan air seperti kalau kita menghilangkan kuman patogen.

Berbeda dari air ledeng, AMDK demineral atau air murni biasanya diambil dari sumur dalam, sehingga kontaminannya tidak banyak. AMDK juga sudah melalui proses yang menghilangkan kuman-kuman patogen. Sedangkan air mineral bersumber dari mata air pegunungan yang memang memiliki kadar mineral lebih tinggi.