Fakta Kanker Serviks

Info Kesehatan Wanita perlu terus diingatkan agar mencegah kanker serviks sebelum terlambat. Fakta mengatakan, sekitar  37 wanita di Indonesia meninggal setiap harinya akibat kanker ini.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi di area sekitar mulut rahim (serviks). Istimewanya, tak seperti jenis kanker yang lain, penyebab kanker ini sudah diketahui. Penelitian dari Dr. Harald Zur Hausen mengungkapkan adanya korelasi kuat antara kanker serviks dengan kejadian virus Human Papilloma Virus (HPV) hingga 99.7 persen. Melalui penelitiannya ini, Dr. Hausen dianugerahi Nobel di bidang
kedokteran pada tahun 2008.

Dari 300 lebih jenis HPV yang dikenal, ada 15 yang berpotensi menyebabkan kanker (onkogenik). Yang paling bertanggung jawab membentuk sel kanker di mulut rahim, 70 persen di seluruh dunia, adalah HPV tipe 16 dan 18. Dari mana asalnya virus ini, sampai saat ini belum ada yang tahu pasti. Bisa jadi ia sudah berada dalam tubuh Anda, atau ada di sekitar lingkungan kita.

Siapa saja yang berpotensi terinfeksi HPV? Jawabannya: semua wanita yang pernah melakukan ‘kontak seksual’ dalam hidupnya. Kontak seksual tidak hanya berupa hubungan seksual antara pria dan wanita. Benda apa pun yang masuk ke dalam organ kelamin wanita hingga menyentuh area serviks, juga termasuk kontak seksual. Melakukan kontak seksual di usia muda, di,bawah usia 21 tahun, lebih rentan terkena kanker 2 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok usia di atas 21. Di bawah 16 tahun bahkan lebih rentan 3-6 kali lipat.

Faktor risiko lain adalah daya tahan tubuh. Wanita yang menggunakan obat-obatan immunosupresan (karena menderita penyakit imunologi seperti HIV) bertendensi menderita kanker leher rahim jauh lebih besar. Sebaliknya,  wanita dengan daya tahan tubuh yang baik, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker serviks, karena virus HPV yang menempel pada masa lesi prakanker (tahapan sebelum kanker) biasanya akan hilang dengan sendirinya. Begitupun, melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin, maksimal setahun sekali tetap wajib diperlukan untuk mencegah kemungkinan munculnya sel kanker.