STOP Obesitas !!!

Info Kesehatan Anda tentunya tidak ingin mendapat serangan jantung, diabetes, ataupun menderita penyusutan otak. Meski tidak ada satu hal yang dapat menjamin Anda akan bebas dari penyakit-penyakit tersebut, Anda dapat menurunkan risikonya. Jika Anda sudah termasuk dalam kategori penderita obesitas, ada tiga cara untuk keluar dari derita obesitas, yakni operasi, pengobatan, dan mengubah gaya hidup.

Operasi
Operasi yang dilakukan kepada penderita obesitas adalah gastric bypass surgery. Prinsip utama operasi ini adalah mengurangi waktu makanan berada di saluran pencernaan. Selama berada di saluran pencernaan, makanan disimpan sementara di dalam lambung dan

akan dipecah oleh asam lambung. Dari lambung, makanan bergerak menuju bagian pertama usus halus. Di sini, nutrisi penting akan diserap. Yang tersisa kemudian akan masuk ke limbah usus besar hingga tiba saatnya dibuang.

Operasi ini mengubah proses tersebut dengan dua cara yaitu dengan membatasi jumlah makanan yang dapat masuk ke perut dan atau mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap kalori dengan menghilangkan bagian dari usus kecil dari proses pencernaan.


Kendati operasi ini terdengar seperti jalan pintas, tidak semua penderita obesitas disarankan menjalani operasi. Penyesuaian pascaoperasi pun menuntut kerja keras dari pasien seperti penyesuaian pola makan. Sebagian besar pasien akan turun berat badannya dalam waktu 18-24 bulan. Namun operasi ini juga memiliki efek samping seperti perasaan tidak nyaman karena lambung bergerak terlalu cepat tetapi usus halus belum siap menerima makanan.

Pada wanita, kemungkinan terjadinya anemia selama menstruasi meningkat karena kurangnya jumlah wilayah penyerapan vitamin B12 dan zat besi. Wilayah penyerapan kalsium juga berkurang karena itu akan memperbesar kemungkinan osteoporosis.
   
Konsumsi obat-obatan
Opsi yang kedua adalah konsumsi obat-obatan. Cara ini harus berdasarkan anjuran dokter. Jangan mencoba-coba obat diet yang dapat mengurangi nafsu makan sembarangan karena alih-alih membuang lemak berlebih dari tubuh, Anda mungkin saja membuang kadar air yang ada dalam tubuh.

Mengubah gaya hidup

Dokter Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK, Spesialis Gizi Klinik, mengungkapkan perubahan gaya hidup berbeda-beda setiap orang. Proses ini pun harus tetap dimonitor untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. “Pasien ini mungkin punya kebiasaan makan lima kali sehari, menguranginya menjadi tiga kali secara tiba-tiba akan membuat tubuhnya kaget,” ujar Fiastuti.

Sarannya, pertama, makanan diganti dengan makanan rendah kalori. Kemudian perlahan-lahan mengubah frekuensi makanannya. Setelah itu, Fiastuti menyarankan untuk memperbanyak aktivitas. “Aktivitas fisik yang terukur adalah olahraga, namun ada banyak aktivitas yang dapat kita lakukan,” tambahnya. Aktivitas tersebut antara lain membersihkan rumah atau naik lewat tangga daripada naik lift.