Habis Lebaran Tetap Langsing

Info Kesehatan Perjuangan menahan lapar di bulan puasa berbuah manis saat Anda melihat jarum timbangan bergeser sedikit ke kiri, alias bobot tubuh Anda berkurang. Tapi belum saatnya Anda bersorak. Soalnya, bisa jadi semua pencapaian itu buyar seketika begitu lebaran tiba.  Bayangkan, seabrek makanan lezat pasti sudah siap menggoda iman Anda. Alih-alih berhasil menurunkan berat 1-2 kg selama berpuasa, bisa-bisa hanya dalam dua hari langsung meroket lagi 3-4 kilo.
   
Merayakan lebaran dengan makan enak tentu boleh-boleh saja. Selain itu, rasanya kurang sopan kalau kita menolak menyantap makanan yang dihidangkan oleh tuan rumah bila kebetulan kita bersilaturahmi ke rumah kerabat atau sahabat. Tapi, bagaimana cara mengakalinya agar berat badan tidak melonjak dalam sekejap?


Pilih dan kurangi
Menurut Dr. Fiastuti Witjaksono MSc. MS. SpGK, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, setiap kali kita dihadapkan pada berbagai makanan lezat, yang harus segera kita lakukan adalah 'menyetel' otak kita menjadi cermat. Maksudnya, cermat memilih jenis-jenis makanan yang terbaik bagi tubuh kita. Jenis-jenis makanan yang bisa merusak kesehatan atau hanya bikin gemuk saja, lebih baik dihindari.
   
Sayangnya, hidangan khas lebaran umumnya justru tinggi kalori, karena terdiri dari makanan bersantan, berlemak, dan bergula. Karena itu, kalau memang sulit untuk menolaknya, hal yang masih bisa (dan wajib) kita lakukan adalah mengontrol jumlah konsumsinya.
   
Asal tahu saja, hanya dengan menyantap satu porsi normal hidangan lengkap lebaran –ketupat, opor ayam, sayur santan, dan sambal goreng hati-- kalorinya sudah mencapai sekitar 600-800 kkal. Itu belum belum termasuk minuman bersoda (250 kalori per 375 cc) dan camilan kue-kue manis dan bermentega. Kalau dihitung kasar, secara keseluruhan Anda bisa mengonsumsi lebih dari 1000 kkal hanya dalam satu kali makan.
   
Bayangkan jika di hari yang sama Anda juga harus berkunjung ke tiga-empat tempat dan menikmati hidangan sejenis dalam porsi sama. Padahal, libur lebaran biasanya berlangsung selama seminggu, dan selama itu pula kita biasanya masih menyantap hidangan 'bersuasana lebaran'. Sementara kalori yang dibutuhkan oleh rata-rata wanita per hari hanya berkisar 1500-1800  kkal. Jangan heran bila kalori yang berlebih tersebut akan menumpuk dan menjadi lemak di dalam tubuh.
   
Karena itu, kalau memang Anda sulit menampik tawaran makan di tempat-tempat yang Anda kunjungi, siasati dengan mengurangi jumlah porsinya. Karena, banyak-sedikitnya jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh tergantung pada jumlah dan jenis makanan/minuman yang kita konsumsi. Hal itu bisa diatur sejak memulai hari. Apabila sepanjang hari itu Anda berencana mengunjungi beberapa tempat –yang dipastikan Anda akan ditawari makan--  Anda cukup menyantap sarapan berkalori rendah di rumah.
   
Anda juga bisa menyiasati jenis-jenis makanan yang dipilih. Bila sudah memilih lauk rendang, jangan mengambil sayur bersantan, cukup lalapan segar sebagai alternatif asupan serat. Jika ditawari minum, pilih air putih atau air teh tawar, jangan teh manis atau minuman bersoda.
   
Yang pasti, meskipun sedang merayakan lebaran, makanan yang Anda konsumsi tetap harus memiliki komposisi nutrisi lengkap dan seimbang, yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan. Pilihlah buah segar dan sayuran yang tidak mengandung santan. Jika beberapa unsur tidak tersedia di tempat yang Anda kunjungi, lengkapilah setiba di rumah.
   
Selain itu, menyantap hidangan lebaran cukup dibatasi pada dua hari pertama saja. Hari ketiga dan seterusnya, Anda harus kembali ke menu biasa yang rendah kalori. Pesta tidak bisa berlangsung selamanya, bukan?