Khasiat Manis Madu (2)

Info Kesehatan Sebelum ditemukan gula --dibuat dari tetes tebu-- madu merupakan bahan pemanis tertua yang pertama kali digunakan manusia. Tak hanya manis, madu juga memiliki khasiat untuk menetralisasi berbagai penyakit. Sejak abad ke-16 SM, bangsa Mesir Kuno telah membuat 500 macam resep obat dengan bahan dasar madu, antara lain untuk mengobati luka dan sakit perut, juga untuk mengawetkan mumi.


Menghaluskan kulit

Penggunaan madu untuk merawat kecantikan telah dilakukan sejak zaman dahulu. Ratu Cleopatra misalnya, dikenal rajin berendam di dalam larutan madu dan susu untuk menjaga kelembutan dan kehalusan kulitnya. Madu memang bersifat melembapkan kulit. Itu sebabnya industri kecantikan memproduksi berbagai produk dengan bahan dasar madu: untuk krim wajah, krim tubuh, sabun, sampo, dan sebagainya.
  
Kelebihan lain dari madu adalah tidak menimbulkan iritasi, sehingga aman bagi kulit sensitif atau kulit bayi. Industri kecantikan terus membuat penelitian mengenai madu untuk menghasilkan AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang bermanfaat untuk pengelupasan sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit baru, agar kulit  terus terlihat muda.

Untuk pengobatan

Manfaat madu di bidang kesehatan tak hanya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memberi energi. Madu memiliki zat asetilkolin untuk memperlancar peredaran darah dan menurunkan tekanan darah. Kandungan zat besi dalam madu juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kadar hemoglobin darah.
  
Beberapa jenis madu sering digunakan untuk mengobati penyakit asam urat, jantung, asma, dan kolesterol tinggi. Satu sendok teh madu berkhasiat menghilangkan serak atau radang tenggorokan, flu, penyakit infeksi, dan demam tinggi.
  
Zat antibakteri di dalam madu juga berguna untuk mengobati luka luar dan infeksi. Mengompres luka infeksi dengan madu akan membantu luka lebih cepat kering karena madu memiliki sifat higroskopis (menyerap air). Selain itu madu juga sering digunakan untuk membantu pengobatan TBC, penyakit mata, saraf, tekanan darah rendah, sariawan, hepatitis, impotensi, dan infeksi saluran kemih.

Meskipun madu memiliki banyak manfaat, sebaiknya tidak diberikan kepada bayi (usia di bawah 1 tahun), karena madu juga mengandung bakteri Clostridium Botulinum yang bisa menyerang saraf  bayi.