Kesalahan Dalam Berdiet

Info Kesehatan Sudah mati-matian berdiet, tapi berat badan tak kunjung turun? Anda terkena kasus klasik. Jalan keluarnya, simak kasus-kasus berikut ini.

Melewatkan lemak baik

Tanpa lemak sama sekali berati Anda hanya mengandalkan kalori dari karbohidrat (gula dan sumber makanan pokok lainnya). Ini cara diet yang keliru. Karena di dalam tubuh, bila dikonsumsi berlebihan, kedua sumber makanan itu  akan diolah menjadi
lemak. Lagi pula mengurangi lemak secara drastis bisa menimbulkan risiko kanker, dan tidak akan membantu Anda meraih penurunan berat badan permanen. Soalnya tanpa kehadiran lemak dalam makanan, membuat Anda mudah lapar. Sehingga Anda akan memasukkan  sumber karbohidrat lebih banyak.Lemak tetap dibutuhkan, dan kecukupannya akan terpancar pada kondisi kulit, mata, dan rambut Anda.

Yang perlu dihindari  adalah lemak dari makanan olahan yang kadang juga mengandung gula,
seperti es krim, makanan yang digoreng, dan daging steak. Anda masih membutuhkan lemak 'baik',
misalnya dari  ikan laut (tuna, salmon, sardin), buah (avokad), dan kacang-kacangan. Selain
minyak esensial dan asam lemak omega-3 yang bersifat anti-radang dan melancarkan pencernaan,
sumber lemak dari makanan yang disebut tadi juga menjaga berat badan tetap normal. Lemak
dalam kadar cukup juga dibutuhkan untuk keseimbangan tubuh. Minyak dari ikan dan buah-buahan
akan membantu merangsang pembakaran lemak, yang berarti membantu proses penurunan berat badan.

Kurang cukup protein

Kurang protein dan terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat! Banyak orang yang mengonsumsi
makanan bersumber karbohidrat yang diproses, seperti roti, pasta, makanan kaleng, dan
sebagainya. Sebaiknya, setiap kali Anda makan harus cukup sumber protein. Jika Anda
menghindari daging, pilih protein nabati, seperti tempe, tahu, polong-polongan, biji-bijian,
dan kacang-kacangan. Menurut para ahli, jika yang Anda lewatkan adalah sumber karbohidrat,
diet lebih mungkin berhasil.

Misalnya untuk makan siang, lebih baik pilih sup atau salad dengan nasi ketimbang roti atau
pasta. Kalau Anda bukan vegetarian, pilih ayam atau ikan.Makan sumber protein diibaratkan
membakar kayu, yang memungkinkan pembakaran energi secara perlahan, tapi terjaga. Sedangkan
makan karbo hasil olahan sama dengan membakar  kertas, tubuh cepat merasa berisi energi, tapi
cepat pula tuntasnya sehingga tubuh kembali lemas dan lapar.  Kecepatan pengolahan makanan
menjadi energi ini mempengaruhi kadar insulin yang mengatur kadar gula darah. Dan,
naik-turunnya gula darah secara cepat adalah faktor pemicu penambahan berat badan.

Jangan hindari cabai
Kabar baik bagi penggemar makanan pedas dan berbumbu. Menurut ahli gizi, cabai dan bumbu
dapat meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh sesaat yang membantu proses pembakaran lemak,
tanpa Anda melakukan apapun. Masih ada bonusnya: makanan kaya bumbu dan rempah bersifat
melezatkan makanan sehingga  Anda  lebih cepat terpuaskan ketimbang makan makanan yang hambar
tak berbumbu. Artinya, Anda sudah  merasa cukup dengan jumlah yang sedikit. Alternatif yang
juga memicu penurunan berat badan adalah rumput laut, seperti nori dan arame. Keduanya kaya
mineral yodium yang akan membantu menambah kecepatan metabolisme basal (pembakaran energi pada
saat tubuh sedang istirahat).

 Godaan jamuan lezat

Memang sayang melewatkan makanan lezat, kecuali Anda tahu triknya. Mulailah dengan makan salad.
Serat dalam sayuran dan buah akan memberi  rasa kenyang, sehingga Anda dapat berhemat
pemasukan dari makanan utama yang biasanya berkalori tinggi. Bila Anda bisa menikmati
satu porsi salad, biasanya Anda tidak akan sanggup lagi makan lebih banyak.

Memilih champagne ketimbang makan, bukan strategi diet yang jitu. Kalori alkohol tidak
diubah menjadi lemak di dalam tubuh, sehingga energi dari minuman itu akan langsung dipakai
sebelum tubuh membakar energi  yang masuk dari makanan. Artinya, karena Anda sudah punya
energi instan dari champagne, bisa-bisa seluruh makanan lain yang Anda makan tak termanfaatkan,
dan hanya disimpan sebagai lemak. Dengan kata lain, champagne –atau minuman beralkohol lain--
akan menghambat pembakaran lemak hingga 80 persen. Tubuh Anda pun hanya membakar alkohol,
bukan makanan penyerta, seperti kacang atau snack yang Anda kira aman disantap bersamanya.