Kopi Menyehatkan Tubuh


Info Kesehatan Boleh dikatakan, kopi adalah minuman paling kontroversial di dunia. Banyak orang yang menggilainya, tapi banyak juga yang menghindarinya. Musisi Johan Sebastian Bach misalnya, saking keranjingannya pada si biji hitam ini, menggubah komposisi musik bertajuk Coffe Cantata. Penyanyi sekaligus penulis, Dewi Lestari, menulis cerpen dengan judul Filosofi Kopi —sekaligus dijadikan judul buku kumpulan cerpennya. Dua karya tersebut merupakan sedikit contoh kegandrungan orang terhadap kopi.

   
Bagaimana dengan orang-orang yang tak suka kopi? Bahan minuman yang konon sudah dikonsumsi masyarakat Ethiopia sejak abad ke-9 ini dianggap membawa dampak buruk bagi kesehatan, karena kandungan kafeinnya berbahaya bagi penderita penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Tapi beberapa penelitian malah menunjukkan bahwa kopi, selain nikmat, bisa membuat  tubuh semakin sehat.


Antioksidan

Penurunan kualitas lingkungan menyebabkan meningkatnya radikal bebas di sekitar kita. Asap rokok, asap dari kendaraan bermotor dan pabrik, radiasi dari perangkat elektronik menyumbangkan peningkatan radikal bebas di udara. Radikal bebas bisa merusak DNA dan menyebabkan berbagai penyakit, dari jantung hingga kanker.
   
Manusia memerlukan antioksidan yang berfungsi menetralkan zat-zat radikal bebas, dan menjaga sel-sel tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Selama ini sudah dikenal bermacam jenis bahan makanan dan minuman yang berfungsi sebagai antioksidan, antara lain teh hijau, sayur-mayur, dan buah-buahan. Di antara sekian banyak jenis bahan makanan tersebut, kopi mungkin belum masuk dalam daftar Anda.
   
Padahal menurut penelitian yang dilakukan oleh Nestle Research Center, kandungan antioksidan di dalam kopi termasuk tinggi. Kopi kaya akan asam klorogenat yaitu senyawa campuran asam kafeat dan asam quinat. Zat  yang terbanyak di dalam kopi ini termasuk kelompok  polifenol yang bertindak sebagai antioksidan. Hal serupa diungkapkan oleh Profesor Joe Vision dari Scranton University, Pensylvania, yang bekerja sama dengan Departeman Pertanian AS, bahwa antioksidan  pada kopi lebih tinggi dari beberapa jenis buah.
   
Jadi, untuk mencegah penyakit jantung dan kanker pun sekarang bisa dilakukan dengan cara nikmat, yaitu rajin menyeruput secangkir kopi yang harum. Tapi perlu diingat bahwa antioksidan dari kopi hanya membantu mencegah penyakit jantung dan kanker, bukan mengobati. Penderita penyakit jantung dianjurkan tidak mengkonsumsi kopi, sebab kandungan kafeinnya bisa memacu detak jantung lebih cepat

Manfaat lain
Kopi hanya bisa mencegah penyakit jantung dan kanker? Ternyata lebih dari itu. Kopi sangat berguna meningkatkan vitalitas tubuh dengan cara  memaksimalkan kerja sel-sel tubuh. Itu sebabnya menjelang siang dan sore selalu diadakan coffee break dalam sebuah seminar atau pertemuan. Kopi juga terbilang ampuh untuk membuat  Anda tetap melek dan bersemangat ketika kerja lembur sampai dini hari.
   
Sementara itu Profesor Peter Sheperd dari University College, London mengatakan kafein dalam kopi mengandung theophylline cukup banyak. Theophylline biasa digunakan sebagai salah satu bahan pembuat obat asma. Maka bagi penderita asma bisa mengkonsumsi kopi sebagai terapi.
   
Bahan minuman yang banyak ditanam di Indonesia ini juga ditengarai mampu menurunkan risiko diabetes. Harvard University School of Public Health melakukan penelitian yang berlangsung beberapa tahun dan menemukan fakta bahwa wanita yang minum kopi 3-4 cangkir per hari bisa menurunkan 29% risiko diabetes dan 27% bagi laki-laki. Uniknya, minuman lain yang mengandung kafein seperti teh, tidak memberikan proteksi terhadap risiko diabetes. 
   
Asam klorogenat dalam kopi telah diketahui mempunyai khasiat sebagai antibakteri, antijamur, dan antivirus, sehingga minum kopi dapat  mencegah gigi berlubang. Beberapa penelitian yang belum final menemukan indikasi bahwa kopi bisa mencegah Parkinson dan alzheimer --beberapa hasil penelitian tersebut ditampilkan di website coffeescience.org.
   
“Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa kopi lebih banyak memberi keuntungan bagi kesehatan daripada menyebabkan penyakit,” ungkap Tom DePaulis, ilmuwan dari Vanderbilt University’s Institute for Coffee Studies.
Berapa cangkir sehari?

Jika Anda minum 1-4 cangkir per hari, tidak akan memberikan efek buruk, bahkan sebaliknya. Bagi Anda yang biasa minum kopi setiap hari, minum hingga 8 cangkir per hari pun tidak masalah.
   
Namun bagi wanita pencinta kopi yang tengah hamil, sebaiknya mengurangi porsi konsumsi kopi. Karena kandungan kafein didalam kopi —juga teh dan softdrink— bisa mengganggu metabolisme dan meningkatkan detak jantung. Meskipun efek kafein terhadap risiko keguguran dan kelainan jantung ini masih diperdebatkan dan penelitiannya belum mencapai titik kesimpulan, ada baiknya Anda sedikit menahan diri. Jumlah porsi yang dianggap aman oleh kalangan dokter adalah 300 mg atau satu cangkir per hari.
   
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mendampingi kopi dengan air putih. Sebab kopi memiliki sifat diuretic yang akan merangsang peminumnya untuk sering kencing.  Air putih setidaknya mengurangi risiko dehidrasi.