Makanan Peningkat Suasana Hati

Info Kesehatan Bayangkan jika Anda harus memulai hari dengan suasana hati yang buruk. Berdebat dengan pasangan di pagi hari, jalanan macet saat harus meeting dengan klien penting sehingga suasana hati Anda jadi memburuk, merusak hari dan bahkan memengaruhi orang-orang di sekitar Anda.

Hal pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi bad mood adalah minum secangkir teh hijau hangat. Terutama saat Anda merasa kurang konsentrasi atau emosi. Kandungan catechin polyphenols yang ada dalam teh hijau adalah antioksidan kuat yang berkhasiat sebagai stimulan dan meningkatkan proses mental. Selain itu polyphenols juga mengatur suhu tubuh dan menetralisasi radikal bebas dalam tubuh akibat polusi lingkungan.


Anda juga bisa mengonsumsi makanan tertentu untuk merasa lebih tenang dan santai, sehingga men’dongkrak’ mood menjadi lebih baik. Ada hormon ‘pembangkit suasana hati’ bernama serotonin yang hanya dapat diproduksi oleh tubuh melalui bantuan triptofan –satu dari dua puluh asam amino esensial penyusun protein dalam tubuh. Triptofan ini diperoleh dari makanan tertentu yang bisa Anda konsumsi. Beberapa makanan yang dikenal mengandung triptofan tinggi adalah daging ayam, daging sapi, tuna, salmon, kacang tanah, wijen, dan pisang. Untuk meningkatkan absorpsi triptofan ke dalam sel-sel otak diperlukan juga karbohidrat, terutama karbohidrat kompleks yaitu jagung, beras (terutama beras merah), singkong, ketela, dan lentil.

Berikut adalah jenis-jenis makanan yang dapat membantu penyusunan triptofan untuk tubuh dan memperbaiki suasana hati Anda.

Sayuran hijau saat malas

 
Bantuan asam folat dalam sayur-sayuran berwarna hijau dapat membuat  mood tubuh stabil dan menurunkan depresi, perasaan cemas, dan panik. Asam folat juga dapat menurunkan kadar homosistein yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Hal ini juga sering dikaitkan dengan peghambatan pembuluh darah dan nutrisi ke otak yang bisa menyebabkan rasa malas dan lambat memproses atau memanggil informasi. Makanan kaya asam folat di antaranya: asparagus, bayam, kentang, kacang polong, sereal, dan jamur.

Salmon ketika cemas

Salmon dan tuna adalah beberapa dari jenis ikan yang kaya akan asam lemak Omega-3 yang dapat mengontrol hormon stres dan memperlancar peredaran darah.  Asam lemak ini dipercaya mampu membuat hormon-hormon menjadi stabil, misalnya hormon kortisol (yang menyebabkan kecemasan), adrenalin, hormon pemecah lemak, dan tiroid.


Dark chocolate saat stres

n oleh Journal of Proteome Research mengungkapkan bahwa mengonsumsi dark chocolate dapat menurunkan hormon stres dalam tubuh. Menggigit setengah batang dark chocolate (40g) dapat menurunkan jumlah hormon stres kortisol dan catecholamines yang diproduksi tubuh.

Hormon kortisol dikeluarkan tubuh sebagai tameng saat terjadinya stres, namun dalam prosesnya juga menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme dalam tubuh dan memicu ketidaknormalan kadar gula darah. Akibatnya, hormon ini mempercepat penyusutan tulang yang bisa menyebabkan osteoporosis dan mengganggu sistem kekebalan tubuh dan –khusus untuk wanita– dapat memicu naiknya berat badan. Nah, dark chocolate ini dipercaya mampu menormalkan gangguan metabolisme tersebut.

Vitamin E saat tubuh tidak fit
Selain baik untuk kesehatan kulit, antioksidan yang berasal dari vitamin E dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah stres oksidatif. Stres oksidatif yang dihasilkan akibat oksigen yang mengandung molekul dalam tubuh menjadi sangat reaktif dan dapat memicu kerusakan struktur sel dan menyebabkan ketidakseimbangan sel dalam tubuh. Pilih kacang-kacangan seperti almond dan walnut sebagai snack di kala Anda sedang merasa kurang enak badan.

Pisang saat berdebar-debar

Tekanan darah tinggi yang terkait dengan stres dan perasaan tegang, sangat efektif diturunkan dengan mengonsumsi potasium. Ketika mengalami stres, metabolisme dalam tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium dalam tubuh. Mineral dan elektrolit esensial yang dapat ditemukan di buah-buahan seperti pisang dan avokad ini dapat membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak, dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. 

Bad mood? Makan daging sapi
Daging sapi mengandung zinc yang sangat bermanfaat untuk membantu memperbaiki mood yang suka berubah-ubah, terutama saat memasuki masa menopause. Zinc memiliki sejumlah manfaat penting untuk sistem kekebalan yang merupakan sistem pengontrol yang mengatur banyak fungsi dalam tubuh, termasuk mengatur stres. Jika level stres sedang tinggi, bisa dipastikan sistem kekebalan tubuh pun sedang berkurang. Selain itu zinc juga bermanfaat sebagai produksi insulin yang dapat membuat tekanan darah tetap normal serta dapat berperan menangkal radikal bebas. Selain dalam daging sapi, zinc juga dapat Anda temui pada susu, telur, dan kacang.

Salad brokoli jamur saat depresi

Kandungan vitamin B dalam brokoli bisa berperan sebagai penyeimbang mood Anda. Perannya membantu melancarkan fungsi biokimia dalam tubuh sehingga dapat mengurangi stres seperti cemas dan depresi. Beberapa jenis vitamin B kompleks yang dikenal efektif memerangi stres adalah Vit B3 (Niacin) yang membantu mengatur kesehatan sistem pencernaan, kulit, dan sistim saraf. Vit B12 (Cobalamim) dan Vit B6 (Pyridoxine), juga menyokong sistem saraf.  Gabungan antara vitamin B dan magnesium seperti yang terdapat pada kacang almond juga dapat membantu terciptanya produksi serotonin.

Tahu-tempe untuk sindrom menopause
Kacang-kacangan terutama kedelai mengandung isoflavon (esterogen-like substance) yang mempunyai sifat estrogenik dan antioksidatif sehingga dapat memperbaiki sindroma menopause. Karena itu konsumsi tempe, tahu, dan susu kedelai, sangat dianjurkan untuk wanita agar gejala premenopause dan menopause berkurang. Selain itu perempuan menopause dan premenopause dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan zinc agar daya tahan tubuhnya meningkat.