Manfaat Pedas Pada Cabai

Info Kesehatan Rasa pedas dari cabai berasal dari capsaicin (zat penyebab sensasi rasa terbakar saat bersentuhan dengan jaringan dalam tubuh). Capsaicin terdapat pada urat putih tempat biji cabai melekat. Zat ini mampu merangsang produksi hormon endorfin yang membangkitkan sensasi kenikmatan.

Sensasi pedas yang dihasilkan buah cabai ini menghalangi aktivitas otak untuk menerima
sinyal rasa sakit.  Sehingga zat ini seringkali menjadi salah satu bahan pembuatan anelgesik untuk meredakan rasa sakit. Cabai juga mengandung vitamin C dan betakaroten (provitamin A) masing-masing 84mg dan 260 SI per 100 g. Kandungan ini lebih tinggi daripada buah-buahan seperti mangga, jeruk dan pepaya. Apalagi dengan cabai jenis paprika merah yang mengandung kadar vitamin hingga 2 kali lipat dari jenis cabai lainnya.

Buah cabai -khususnya yang berwarna hijau- sangat kaya akan antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Capsaicin yang terkandung di dalamnya berfungsi melindungi Deoxyribonucleic acid (DNA) melawan karsinogen (penyebab kanker). Penelitian dari American Association for Cancer Research mengungkapkan bahwa zat capsaicin dapat membunuh sel kanker prostat. Penelitian di China dan Jepang juga  mengungkap bahwa zat ini juga dapat menghambat pertumbuhan sel leukemia serta masih banyak penelitian lain yang mengaitkan peran capsaicin memerangi sel kanker.

Capsaicin juga berfungsi sebagai dekongestan (pelega hidung tersumbat) alami dan ekspektoran (pelancar lendir dari tenggorokan) sehingga jika menderita flu,mengonsumsi cabai dapat membantu meredakan gejala-gejala yang mengganggu seperti menurunkan panas dan meringankan sakit kepala. Gejala-gejala flu juga bisa hilang saat kita mengonsumsi cabai atau suplemen yang tinggi kandungan vitamin C nya karena vitamin C dapat meningkatkan imunitas sehingga virus flu batal menyerang.

Jadi, siap 'bertempur' dengan cabai?