Mencegah Perut Melar Menjelang Monopause

info kesehatan Anda yang belum memasuki masa menopause, sekaranglah saatnya untuk mencegah lonjakan lemak yang tidak diinginkan. “Tubuh wanita mengalami lonjakan lemak pada saat pertama kali menstruasi, masa hamil dan menyusui, dan masa menopause,” papar dr. Grace. Anda yang bersiap menghadapi masa menopause wajib tahu apa yang Anda hadapi.

Berikut sejumlah tip dari dr. Grace:

Peduli indeks massa tubuh (IMT) 
Bila Anda termasuk kategori overweight, jaga jangan sampai menuju obesitas. Bila Anda memiliki IMT normal dan sehat, jaga agar jangan sampai overweight. “Lebih bagus lagi kalau bisa menurunkan berat badan. Tapi kalau tidak bisa, jagalah agar tidak mengarah ke obesitas,” kata dr. Grace.  Menjaga berat badan dan IMT erat kaitannya dengan olahraga dan asupan kalori. Karena itu, seimbangkan aktivitas fisik dengan asupan makanan. “Kesehatan seseorang tidak dilihat apakah dia langsing atau gemuk, tetapi dilihat dari IMT-nya.”

Berolahraga sesuai kebutuhan
Pada periode ini, olahraga yang Anda butuhkan adalah olahraga untuk menghindari timbunan lemak.   “Olahraga untuk membakar lemak berbeda dengan olahraga untuk menurunkan berat badan. Pilates, misalnya, bukan olahraga untuk membakar lemak. Bila Anda makan sepotong kecil cheese cake, berarti Anda memasukkan 400 kalori ke dalam tubuh. Untuk menyeimbangkannya, Anda harus melakukan olahraga jenis kardio (rpm) selama 1 jam,” ujar dr. Grace. Demikian pula olahraga untuk kesehatan kardiovaskuler berbeda dengan olahraga untuk mencegah osteoporosis.

Makan untuk sehat
“Jangan salah kaprah menerjemahkan makanan. Makanan untuk menghindari timbunan lemak berbeda dengan makanan untuk hidup sehat,” kata dr. Grace. Mengonsumsi makanan organik, nasi merah, sayuran organik adalah makan untuk hidup sehat atau untuk menghindari penyakit degeneratif. Tetapi kalau total kalori yang dikonsumsi lebih tinggi dari yang Anda butuhkan, tetap saja Anda menabung lemak.

Lebih banyak bergerak
Usia 35 jelas berbeda dengan  usia 20-an, khususnya dalam hal social life. Di usia 30-an, posisi di tempat kerja meningkat, lebih banyak menyuruh atau mendelegasikan pekerjaan, makin sedikit bergerak. Untuk melobi sebuah proyek, Anda lebih sering makan enak bersama klien. Di rumah, anak-anak sudah bisa dilepas, acara reuni makin sering, yang lebih banyak makan-makan dan ngobrol ketimbang bergerak. Jumlah asisten rumah tangga biasanya juga bertambah sehingga Anda makin jarang bergerak. “Jadi sebetulnya biang keladinya bukan hanya metabolisme yang melambat. Gaya hidup juga banyak berperan untuk membuat berat badan meningkat dan perut tambah gendut,” kata dr. Grace.

Jangan diet sembarangan
Menurun atau melambatnya metabolisme tubuh tidak semata-mata disebabkan oleh faktor usia. Diet yang keliru juga bisa menyebabkan metabolisme tubuh melorot dari usia aslinya. Misalnya, kebutuhan kalori harian Anda sebenarnya 1800, tapi kemudian Anda turunkan semaunya menjadi 1600, lalu diturunkan lagi menjadi 1400. Yang terjadi, berat badan justru semakin cepat naik.  “Diet yang tidak tepat malah bisa menjadi bumerang,” ujar dr. Grace.