Obat Dan Terapi Alergi

Info Kesehatan Alergi memang tidak bisa disembuhkan. Namun risiko terjadinya bisa dikurangi hingga 95 persen, kecuali alergi obat yang memang tidak ada penyembuhnya. Pada umumnya, tujuan pengobatan alergi adalah untuk menghindari alergen yang memicu reaksi alergi Anda. Misalnya Anda alergi terhadap kosmetik tertentu. Maka, pilihlah kosmetik berjenis hipoalergi yang akan meringankan 'derita' kulit Anda.
   
Bagi penderita asma, disarankan untuk sering berlibur di pantai. Udara pantai yang kering akan membantu Anda bernapas. Anda juga disarankan untuk
meminimalkan  stres, karena penyakit asma sangat dipengaruhi oleh naik-turunnya emosi --perasaan  terlalu senang atau terlalu sedih dapat memicu reaksi alergi. 
   
Sedangkan jika Anda alergi terhadap (bulu) hewan tertentu, sebaiknya tidak memelihara hewan tersebut. Namun jika Anda sudah terlanjur jatuh cinta pada hewan piaraan, kucing misalnya, batasi kontak dengannya. Misalnya kucing hanya boleh bermain di area belakang rumah, tapi tidak boleh masuk ke dalam ruang keluarga atau kamar tidur. Dan jangan lupa mandikan kucing seminggu sekali, kalau bisa dengan sampo khusus dari dokter hewan --cara ini dapat mengurangi alergen yang disebarkannya.

Obat Alergi

Untuk meringankan gejala alergi, dokter biasanya akan mengombinasikan penanganan melalui farmakoterapi.
Ada empat tipe obat antialergi yaitu:
•Penghilang gejala: obat diminum setelah gejala alergi muncul.
•Antihistamin: untuk mengurangi reaksi alergi dengan memblokir efek histamin yang dikeluarkan sel-sel yang meradang.
•Antiperadangan: untuk mengurangi tingkat radang dengan mencegah pelepasan zat kimia, termasuk histamin.
•Leukotriene receptor antagonist:  obat untuk menghambat reseptor tempat leukotriene -zat kimia penyebab radang- menempel sebelum menyebabkan radang agar mencegah reaksi 'kebal'.
   
Bagi penderita alergi berat dan tidak dapat diatasi dengan obat, dokter akan memberikan terapi imun (imunoterapi). Terapi yang juga dikenal dengan istilah desensitisasi ini dilakukan dengan menyuntikkan alergen secara bertahap. Perlahan-lahan dosis alergen ditingkatkan agar kepekaan terhadap alergen berkurang dan tingkat alergen spesifik menjadi lebih rendah. Terapi ini manjur untuk mengobati satu jenis alergi saja. Jika lingkungan dalam keadaan baik (bebas polusi, sanitasi terjaga), imunoterapi dapat bereaksi lebih cepat.

Bagi penderita alergi tungau atau debu rumah, lakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Bersihkan rumah dari debu secara teratur.
2. Cuci seprai seminggu sekali dengan air bersuhu tinggi (di atas 60 derajat Celcius) untuk membasmi tungau.
3. Pilih kasur jenis spring bed, bukan dari kapuk.
4. Hindari penggunaan benda-benda yang gampang menyerap debu di rumah seperti karpet dan kain beludru, karena di situ juga tungau bersemayam.
5. Memakai pendingin ruangan (AC) lebih baik daripada kipas angin yang akan menerbangkan debu sehingga dapat terhirup oleh penderita alergi.
6. Mengatur sirkulasi udara dengan baik, misalnya dengan membuka semua jendela rumah setiap pagi.
7. Jika perlu, gunakan sistem filter udara dan ionisasi (tanpa pewangi) yang terbukti bisa menurunkan tingkat alergen di dalam rumah.

Tahukah Anda?
Jika Anda penderita alergi, hati-hati ketika berciuman (mulut) dengan pasangan, apalagi jika ia baru saja mengonsumsi makanan yang membuat Anda alergi. Walau kedengarannya lucu, makanan yang tertinggal di dalam mulut pasangan dapat memicu reaksi alergi Anda. Misalnya jika Anda alergi terhadap cokelat, mintalah pasangan untuk menggosok gigi dan berkumur sebelum mencium Anda. Jika tidak, reaksinya akan sama dengan Anda sendiri yang mengonsumsi cokelat itu.