Pengobatan Dan Gejala ADD

Info Kesehatan Seperti halnya penyimpangan pada kesehatan, penderita ADD (attention deficit disorder) seringkali mengalami masalah-masalah di area lain kehidupan mereka. Diana, seorang manajer pemasaran di sebuah perusahaan periklanan mengatakan bahwa ADD membuatnya mengalami kegagalan dalam karier dan kehancuran dalam perkawinan. Ia divonis menderita ADD dua tahun lalu, dan di saat yang sama anaknya yang berusia 10 tahun didiagnosis menderita ADHD.


“Semasa kecil saya selalu punya pemikiran yang berat, tapi perlu berjuang keras untuk melakukan hal kecil, seperti mengikat rambut,” katanya. “Saya cukup menonjol di sekolah, tapi sangat kesulitan menghadapi rutinitas, dan saya tak pernah melakukan sesuatu sebaik seharusnya.”
   
Meskipun Diana berhasil menyabet 2 gelar akademik sekaligus –ahli hukum dan ekonomi-- dia masih perlu berjuang untuk kariernya. “Saya selalu berperang untuk menjadi yang terhebat. Semua pekerjaan tampak begitu sulit ditangani. Rasanya saya selalu lebih stres dibanding orang lain, dan sangat cemas karena harus bekerja lebih keras. Kecuali Anda sendiri penderita ADD, sangat sulit untuk memahami mengapa segala
sesuatu harus dikerjakan begitu lama, dan mengapa pikiran selalu kacau,” ungkap Diana.

Apa gejalanya?
Perasaan kurang percaya diri, selalu cemas dan selalu merasa kurang adalah hal yang sering terjadi pada penderita ADD dewasa.  Walaupun banyak penderita sebenarnya cerdas, kreatif, dan energik, mereka sering merasa harus berupaya lebih keras dari orang lain untuk mendapat kedudukan yang sama.
   
Salah satu karakteristik utama adalah perasaan berlebihan bahwa mereka tidak berhasil. Mereka mencari pertolongan karena tidak dapat bekerja dengan  teratur. Mereka menjadi kecewa dan frustrasi. Sekalipun sudah berusaha, mereka tidak pernah kelihatan berhasil menuntaskan pekerjaan yang mereka lakukan dan selalu tidak yakin dengan potensi mereka sesungguhnya.
   
Penderita ADD juga gampang depresi, cemas, dan kelelahan. Karena mereka selalu bekerja, mereka cenderung tidak menjaga diri dengan baik, sering mengandalkan makanan cepat saji dan mengorbankan waktu tidur untuk menuntaskan pekerjaannya. Karena kondisi ini menyebabkan mereka sering mengalami stres dan kecemasan. Mereka akan mencari hiburan dan minum minuman keras atau mengonsumsi obat-obatan. Mereka juga jadi gemar mengambil risiko dan gampang terlibat dalam perjudian, kekerasan, atau pergaulan bebas. Mereka suka hidup di ‘jalur cepat’ dan harus merasa terstimulasi setiap saat. Maka akhirnya mereka bertindak berlebihan, mencoba menciptakan sebanyak mungkin kesenangan, tapi akhirnya lepas kontrol.
   
Konsultasikan masalah Anda

Terkadang penderita ADD atau ADHD tidak sadar dirinya bermasalah, namun yang lebih merasakan adalah orang-orang di sekitarnya. Penderita ADHD dapat menjadi temperamental, agresif dan obsesif, sehingga sulit untuk diajak berkompromi. Sedangkan penderita ADD cenderung lebih kacau serta mudah frustrasi dan depresi.   

Dokter Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K) –Sekretaris Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI) menyebutkan beberapa gambaran gejala yang menandakan ADD sudah sangat mengganggu antara lain: ceroboh dalam interaksi sosial, sembrono dalam situasi berbahaya, sikap impulsif yang melanggar norma sosial (misalnya: mencampuri urusan orang lain, mudah menginterupsi pembicaraan orang, atau tak sabar menunggu di antrean).

Jika melihat kondisi tersebut, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan psikiater agar Anda atau pasangan segera mendapat penanganan yang tepat – baik melalui konseling maupun terapi kognitif. Selain itu, penderita ADD yang cukup parah dapat dibantu dengan obat-obatan stimulan seperti metil-fenidat dan Dexamphetamine. “Obat jenis ini  bisa membantu penderita untuk lebih fokus dan mengurangi kecemasan mereka,” jelas Danardi.
   
Meskipun bermasalah, ADD ternyata masih memiliki sisi positif. Contohnya adalah Albert Einstein, cendekia penemu hukum relativitas itu juga seorang penderita ADD.