Tulang Rapuh Setelah Menopause

info kesehatan Inilah hasil penelitian dari Jepang yang dipimpin oleh Kiyako Nawata, Ph.D - profesor kesehatan dan nutrisi dari University of Shimane di Matsue. Temuan ini juga teleh dipresentasikan dalam pertemuan tahunan The Endrocine Society ke-95 di San Francisco, Amerika Serikat (AS) pada Juni 2013 lalu.

Sebelulmnya, penelitian lain telah membuktikan adanya kaitan antara asupan sodium berlebihan dengan penurunan kepadatan tulang. Penelitian Nawata berusaha melanjutkan penelitian tersebut untuk membuktikan apakah sodium juga meningkatkan risiko patah tulang.

Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa wanita paruh baya yang mengonsumsi sodium berlebihan berisiko empat kali lebih tinggi mengalami fraktur nonvertebral -terlepas berapa pun kepadatan tulangnya. Fraktur nonvertebral adalah patah tulang di bagian tubuh mana pun selain tulang belakang. Fraktur nonvertebral, khususnya di pinggul, dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, bahkan kematian.

Riset ini melibatkan 213 perempuan pascamenopause dengan usia rata-rata 63 tahun. Rata-rata asupan sodium responden adalah 5.211 miligram (mg). Kelompok dengan asupan sodium tinggi mengonsumsi sekitar 7.561 mg per hari -setara dengan tujuh double cheeseburger McDonald. Kelompok ini berisiko 4,1 kali lebih tinggi mengalami faktur nonvertebral dibandingkan kelompok lain dengan asupan sodium lebih rendah.

Angka 7.561 mg tentu jauh di atas rekomendasi dari Dietery Guidelines 2010 AS yang mengimbau agar orang dewasa mengonsumsi tak lebih dari 2300 mg sodium per hari (hampir setara dengan 1 sendok teh garam). Sementara, orang berusia 51 ke atas harus lebih membatasi asupan sodium, tak lebih dari 1500 mg per hari.