Vegetarian Membuat Panjang Umur

info kesehatan Situs Wikipedia menyebutkan bahwa sejak dulu suku bangsa Jawa gemar mengonsumsi tahu dan tempe ketimbang daging. Dari kebiasaan ini, masyarakat Jawa dikategorikan semi-vegetarian, dan merupakan salah satu suku dengan tingkat harapan hidup tertinggi di Indonesia. “Orang vegetarian memang lebih panjang umur daripada yang tidak vegetarian,” ujar dr. Rachmad Soegih, SpGM (K), Spesialis Gizi Medik.  Banyak orang juga percaya bahwa diet vegetarian memberi manfaat ganda. Apa saja?


Gaya hidup kaya manfaat

Istilah vegetarian pertama kali didengungkan oleh Joseph Brotherton di Inggris, dan waktu itu (tahun 1847) sudah ada Vegetarian Society. Namun jauh sebelumnya pola makan yang tidak mengonsumsi produk hewani ini sudah dikenal di dunia Timur. Agama Budha telah mempraktikkan gaya hidup ini sejak era sebelum masehi, lalu berkembang dan semakin populer di seluruh dunia. Banyak artis dan tokoh tenar -misalnya Madonna, Oprah Winfrey--  yang mengikuti pola makan vegetarian, yang membuat kian meroketnya gaya hidup ala biksu Tibet ini.

“Penganut vegetarian berisiko lebih rendah terkena penyakit yang diakibatkan tumpukan lemak dan gangguan sirkulasi darah serta jantung, seperti kolesterol, diabetes, dan kanker,” ucap dr. Rachmad.

Salah satu pemicu penyakit-penyakit tersebut adalah radikal bebas di udara (polusi), dan makanan berlemak atau makanan cepat saji. Radikal bebas akan bereaksi dengan organ-organ vital di dalam tubuh dan mempercepat kelumpuhan organ-organ vital tersebut. Untuk menangkal radikal bebas diperlukan antioksidan, serat, dan vitamin yang bisa Anda peroleh dari biji-bijian, buah, dan sayuran. Maka tidak salah bila para vegetarian yang banyak mengonsumsi jenis makanan tersebut lebih sehat dan panjang umur daripada non-vegetarian.

Diet vegetarian juga sering direkomendasikan bagi pasien yang ingin menurunkan berat badan, karena makanan vegetarian umumnya rendah lemak dan tinggi serat. Penelitian yang dilaporkan oleh Nutrition Reviewed menunjukkan bahwa wanita yang melakukan diet vegetarian dapat menurunkan berat badan 20 persen lebih cepat daripada yang tidak menjalaninya.

Dengan menjadi vegetarian, Anda akan mengurangi jumlah asupan kalori dan meningkatkan kadar insulin yang dibutuhkan tubuh secara efektif. Namun sama seperti diet lainnya, Anda harus tetapmenjaga porsi  makan dan berhati-hati untuk tidak memilih produk yang melewati tahapan proses produksi  relatif lama, seperti makanan  kalengan.

Lengkapi nutrisi

Satu hal yang perlu diperhatikan saat menjalani diet vegetarian adalah asupan nutrisi. Misalnya, jangan lupakan protein yang penting untuk pertumbuhan sel, daya tahan tubuh, dan membantu produksi darah. Untuk itu Anda dianjurkan mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai, seperti tahu, tempe, atau susu kedelai. Sedangkan keju dan yogurt diperlukan untuk memenuhi kebutuhan natrium dalam tubuh.

Kebanyakan penganut vegetarian ketat juga takut akan kekurangan vitamin dan mineral, misalnya vitamin B12 yang hanya ada di dalam produk hewani. Selain itu, zat besi, kalsium, dan vitamin D juga sering terlupakan oleh para penganut vegetarian. Untuk mengatasi kekurangan vitamin dan mineral, sebaiknya santaplah makanan yang bervariasi. Misalnya untuk memenuhi asupan kalsium, Anda bisa mengonsumsi sayuran hijau (brokoli, sawi) atau ikan teri dan sardin. Vitamin B12 bisa didapat dari suplemen, susu kedelai, atau kuning telur. Zat besi bisa diperoleh dari kacang polong, lentil, buah kering (misalnya kurma), sayuran hijau. Vitamin C dari jeruk mandarin, stroberi, tomat, atau lada (Anda bisa menambahkan sedikit lada pada saus salad).

Beruntungnya, penganut vegetarian di Indonesia yang beriklim tropis  tidak perlu takut kekurangan asupan vitamin D seperti di negara 4 musim. Asalkan Anda rajin menikmati hangatnya sinar matahari pagi yang berperan penting dalam proses pembentukan vitamin D di dalam  tubuh.