Pisang Baik untuk Tubuh

info kesehatan Di Indonesia, pisang bisa tumbuh begitu saja di lahan-lahan kosong, namun banyak juga orang yang khusus membudidayakannya. Dari Sabang sampai Merauke kita dengan mudah menemukan pisang di mana-mana. Tapi rupanya orang Indonesia tak suka pisang --konsumsi pisang hanya 5 kilogram per orang per tahun -- Hal ini sangat jauh dibanding  konsumsi oleh penduduk Afrika, misalnya Uganda, yang mengonsumsi pisang 240 kilogram per tahun per orang.
   
Hal tersebut cukup mengherankan karena pisang sebenarnya salah satu jenis buah dengan harga yang cukup terjangkau oleh semua kalangan. Namun, meski Indonesia termasuk peringkat enam besar penghasil pisang di dunia, rata-rata konsumsi pisang oleh penduduknya di atas 15 besar. Penduduk Afrika dan Amerika Latin menduduki peringkat atas pengonsumsi pisang.

   
Secara umum ada dua jenis pisang, yaitu buah (banana) dan plantain. Pisang buah adalah jenis yang siap dikonsumsi --sebagai pencuci mulut sehabis makan-- seperti pisang ambon, raja, mas, susu, dan cavendish. Sedangkan plantain adalah jenis yang  biasanya diolah dulu, seperti kepok, tanduk, kapas, dan uli. Pisang buah umumnya mengandung nutrisi lebih tinggi dibanding pisang olahan, sedangkan plantain mengandung pati lebih kaya.

Gizi lengkap
Dari segi nilai gizi, pisang terbilang komplet. Kandungan gizi di dalam 100 gram
pisang adalah 1,09 gram protein, 0,33 gram lemak, 22,8 gram karbohidrat, 2,6 gram
serat, 5 mg kalsium, 22 mg fosfor, 0,2 mg besi, 358 mg potasium, dan 8,7 mg
vitamin C.
   
Jika Anda punya kenalan atlet, tanyakan buah apa yang dikonsumsinya di saat jeda
latihan atau pertandingan. Hampir dipastikan jawabannya pisang. Sebab, pisang
merupakan sumber energi yang bisa memasok tenaga dengan cepat. Hal ini disebabkan
gula sederhana pada pisang cukup tinggi dan tidak perlu dicerna (saat pisang
dikonsumsi, kandungan gulanya langsung diserap oleh tubuh). Gula di dalam pisang
dicerna lebih cepat daripada  nasi dan roti, tapi sedikit lebih lambat dibanding
sirup dan gula pasir.
   
Nilai energi pisang pun cukup tinggi, dalam 100 gram  terdapat sekitar 136 kalori
--dua kali lebih besar dibanding apel yang hanya mengandung 54 kalori. Jadi 
tepatlah jika Anda pergi fitness --atau melakukan olahraga lain-- membawa pisang
sebagai bekal. 
   
Demikian pula jika Anda mengantuk di siang hari –berarti otak  sedang kekurangan
energi-- makanlah pisang  yang bisa memberikan pasokan glukosa yang dibutuhkan otak.
   
Gula pada pisang merupakan gula buah yang terdiri dari fruktosa dengan indeks glikemik
—indeks untuk mengukur efek makanan terhadap konsentrasi gula darah— lebih rendah
dibanding glukosa. Energi pun tersimpan lebih lama karena proses metabolisme lebih lambat.
   
Pisang juga mengandung vitamin B6 cukup tinggi yaitu 0,5 mg per 100 gram. Vitamin
ini berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi metabolisme dan berperan dalam
sintesis protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif  untuk
memperlancar fungsi otak. 

Manfaat lain

Ternyata masih berderet manfaat pisang bagi kesehatan. Pisang bisa menjadi solusi
bagi perut atau usus yang bermasalah. Pisang yang dicampur susu cair cocok untuk
Anda yang sakit perut dan kolik, untuk menetralkan  keasaman lambung.
   
Ibu hamil pun dianjurkan mengonsumsi pisang yang mengandung asam folat cukup tinggi.
Karena kebutuhan asam folat  bagi ibu hamil dua kali lipat dibanding wanita yang
tidak hamil. Asam folat sangat penting bagi tumbuh kembang bayi dan mencegah cacat bawaan. 
   
Jika Anda memiliki bayi (atau cucu) berusia di atas empat bulan, sebaiknya berilah
pisang, khususnya pisang ambon, karena jenis ini mengandung asam amino esensial yang
spesifik untuk bayi, yaitu histidin dan arginin, yang bermanfaat  untuk pembentukan
dan penyempurnaan otak.
   
Anda menderita darah tinggi? Konsumsi pisang secara rutin, dua buah sehari akan membantu.
Kandungan kaliumnya efektif untuk menurunkan tekanan darah. Dalam 100 gram pisang
terdapat 400 miligram kalium. Bagi penderita anemia pun pisang bisa menjadi solusi.
Kandungan zat besinya bisa diandalkan untuk mendongkrak hemoglobin, sehingga  tubuh
segar dan  tidak pusing lagi.

Sebuah studi di Amerika menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi pisang dua buah
per hari secara rutin, dalam seminggu tekanan darahnya turun 10%. Meski tak ada
takaran khusus, mengonsumsi dua buah pisang  setiap hari agaknya bisa membantu
menjaga kesehatan Anda.