Bahan Bahan Alami Penangkal Penyakit

Makin hari, rasanya makin banyak jumlah penyakit yang perlu kita waspadai. Dari penyakit jantung, hingga masalah penurunan penglihatan. Tentu ada obat atau solusi medis untuk hampir semua penyakit. Namun sebelumnya, akan lebih baik bila Anda menyiapkan nutrisi yang alami. Sumbernya ada di sekitar Anda. Ditambah dengan pola makan yang baik, maka percayalah penyakit akan enggan masuk atau setidaknya tak bertahan lama di tubuh.

Berikut adalah 17 bahan alami yang bisa Anda andalkan: 


Teh hijau: sahabat payudara

Teh hijau mengandung polifenol dalam jumlah tinggi. Kandungan inilah yang dipercaya menurut studi dari Dr. Gail Sonenshein, ahli biokimia dari Boston University, AS, dapat mencegah kanker payudara, terutama yang diakibatkan faktor lingkungan.


Wortel: kulit sehat, kolesterol kabur
Kuncinya di karotenoid. Pigmen yang ada di wortel ini akan menurunkan risiko terkena kanker kulit. Mereka yang mengonsumsi karotenoid punya enam kali risiko lebih kecil daripada yang hanya mengonsumsi sedikit wortel. Karotenoid juga bermanfaat memberi warna kulit yang sehat. Cukup dengan mengonsumsi setengah mangkuk baby carrot dalam sehari. Selain itu, wortel juga mampu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 20-30%. Rahasianya pada konsumsi wortel minimal dua buah per hari.


Bawang putih: pelindung prostat

Bawang putih telah dikenal sebagai obat antikanker prostat. Senyawa kimia yang terkandung di dalamnya terbukti ampuh menurunkan risiko kanker postat hingga 50%. WHO menyarankan untuk mengonsumsi 2,5 gram (sekitar 1 siung) bawang putih segar setiap hari. Kalau hendak memasak, diamkan dulu bawang putih yang telah dihaluskan atau dipotong-potong sekitar 10 menit sebelum dimasak. Ini akan memungkinkan pembentukan komponen antikanker



Kentang panggang: stabilkan tekanan darah


Tekanan darah tinggi bisa disebabkan oleh tingginya kadar garam atau natrium dalam tubuh. Mengonsumsi kentang panggang -asal bersama kulitnya- akan secara signifikan menurunkan tekanan darah karena kandungan natriumnya hanya 0,4 mg/100 gr.


Red wine: bikin awet muda


Tua itu pasti, tapi kalau penuaan datang terlalu dini, tentu ingin dihindari. Stres oksidatiflah yang memegang peranan penting mempercepat penuaan dini. Sesap red wine kaena didalamnya terkandung antioksidan resveratol yang diketahui dapat membantu menetralkan radikal bebas penyebab stres oksidatif tersebut.


Minyak zaitun: penjaga jantung dan kadar kolesterol

Sebanyak 80% kandungan lemak minyak zaitun adalah asam lemak tak jenuh tunggal. Ini bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL). Jadi, tak salah bila dikatakan minyak zaitun membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner sekaligus menjaga kadar kolesterol.


Sereal: penangkal banyak kanker


Dalam sereal terkandung serat dalam jumlah yang cukup tinggi. Menurut laporan British Medical Journal, mereka yang makan sereal setiap hari akan mengalami penurunan risiko kanker usus besar sebanyak 20%. Kanker usus bukan satu-satunya. Konsumsi 30 gram serat sehari bisa mengurangi risiko kanker payudra hingga 50%. Butuh variasi? Tambahkan potongan buah dalam semangkuk sereal. Lezat dan sehat!



Bayam: baik untuk mata


Ternyata tak hanya wortel yang baik untuk mta, seperti didengung-dengungkan orang tua kita dulu. Bayam pun juga berkhasiat untuk mata. Ini berkat kandungan luteinnya. Kandungan yang biasa ditemukan dalam daun berwarna hijau ini, bisa menurunkan risiko mengalami masalah penglihatan hingga 43% (hasil studi The National Institute of Health, AS.


Keju: jauhkan dari karies gigi

Secara umum, makanan yang kaya kalsium dan flour baik untuk menghambat terjadinya karies gigi dan meningkatkan ketahanan gigi terhadap terjadinya karies, seperti pada keju. Studi menunjukkan bahwa keju bisa memperkuat gigi dengan mencegah demineralisasi gigi, mempercepat aliran air liur, dan meningkatkan pH air liur. Ini belum tentu ditemui pada produk olahan susu lainnya.  


Daging merah: sahabat setia rambut

Katanya, rambut adalah mahkota wanita. Karena itu, rambut yang tebal didamba kebanyakan wanita. Ini bisa Anda raih dengan mengonsumsi daging merah. Zat besi di dalamnya mampu merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu kandungan zinc-nya juga membantu melindungi rambut dari kerontokan.


Grapefruit: halau kanker paru

Di dalam grapefruit terkandung naringin. Senyawa ini bisa membantu menurunkan kadar enzim penyebab kanker. Nah, satu buah grapefruit sehari dapat menurunkan risiko terkena kanker paru-paru hingga 50%.


Kopi: penjaga 'stamina' otak

Pikun termasuk penyakit yang paling ditakuti. Alzheimer adalah jenis kepikunan yang bisa melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Untunglah, kopi dapat membantu menurunkan risiko terkena Alzheimer sebanyak 60%. Menurut Samuel Oetoro, MS, SpGK, di dalam kopi ada stimulan, kafein, dan antioksidan yang merangsang kerja sel-sel otak. Jadi silakan minum kopi, asal tidak hingga bergelas-gelas setiap hari, ya..


Salmon: pelindung sendi


Kandungan omega 3 dalam salmon cukup tinggi. Karena itu, selain baik untuk jantung juga bermanfaat mencegah radang sendi. Salmon merupakan sumber protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D yang dibutuhkan tulang.




Tempe: pengusir penyakit degeneratif


Dibandingkan makanan lain dari kedelai, tempe dibuat dari kedelai utuh. Kandungannya kaya akan serat, kalsium, vitamin B, dan zat besi. Selain itu, tempe juga mengandung antibiotik untuk menyembuhkan infeksi dan antioksidan untuk menangkal penyakit degeneratif.

Tahu: minimalkan risiko kanker prostat
Jangan anggap sepele makanan yang dipandang makanan rakyat ini. Pada penduduk Jepang yang sehari-hari mengonsumsi tahu, diketahui kasus kankernya 80% lebih sedikit dibandingkan di masyarakat Barat. Banyak penelitian yang menunjukkan, mengonsumsi tahu secara teratur dapat menurunkan risiko kanker payudara dan prostat.



Selada bokor: pencegah pembentukan plak

Serangan jantung atau stroke seringkali disebabkan oleh adanya penyumbatan di pembuluh darah. Penyumbatan ini diakibatkan oleh plak yang terbentuk karena oksidasi kolesterol. Inilah yang perlu kita cegah. Coba konsumsi selada bokor, misalnya saat Anda makan salad. Kandungan vitamin C dan betakaroten di dalamnya akan bekerjasama mencegah oksidasi kolesterol.



Brokoli: jauhkan kanker serviks

Bila Anda sayang diri sendiri, sebaiknya mulai menyayangi brokoli. Kandungan asam folat yang tinggi pada brokoli dapat menghentikan virus yang mencetuskan kanker serviks. Menurut riset yang dilakukan oleh University of Alabama, AS, wanita yang memiliki kadar asam folat yang tinggi di dalam sel darah merahnya, akan lebih minim terinfeksi virus kanker serviks.