Cara Buat Pasangan Rajin Olah Raga

Info Kesehatan Anda gemas melihat perutnya yang membuncit dan ingin si dia diet juga rajin olahraga? Agar pasangan tidak merasa terpaksa menjalankan diet (lebih karena tak tahan dengan kecerewetan Anda), sebaiknya motivasi datang dari dirinya sendiri. Untuk menumbuhkan motivasinya, Anda harus terlibat langsung. Kuncinya: jangan 'menyuruh' melainkan ajaklah dengan cara persuasif.


Sering-seringlah memotivasi dia dengan mengatakan betapa bahagianya Anda kalau suami dalam kondisi sehat. Jangan pula bosan meng-update info terkini tentang kesehatan dan bagilah kepada seuami via email atau pesan singkat, misalnya tentang gaya hidup frutarian atau semi vegetarian. Cari tahu olahraga yang Anda berdua senangi, lalu buatkan agendanya. Usahakan jangan sampai Anda yang kerap membatalkan agenda tersebut.

Aturan pertama sebelum mengajak pasangan yang belum biasa berlatih adalah memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter untuk mengetahui ada-tidaknya kontradiksi untuk melakukan olahraga-olahraga tertentu.

Supaya tambah semangat, tetapkan target. Namun, ada aturan dalam menetapkan target, yaitu harus spesifik, terukur, mampu dicapai, realistis, dan ada jangka waktunya (SMART-Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time frame).

Menggunakan jasa personal trainer juga akan membuat Anda berdua lebih patuh pada jadwal latihan (apalagi kalau tarif PT-nya mahal!). Bangun komunitas kecil, misalnya dengan mengajak teman Anda dan pasangannya, yang juga memiliki minat latihan yang sama. Adanya teman akan membuat Anda berdua lebih bersemangat dan olahraga menjadi lebih menyenangkan.

Latihan aerobik brisk walking (jalan cepat sesuai kemampuan), bersepeda (outdoor atau indoor ergocycle), renang, latihan dengan alat eliptical atau stair climber (di fitness center) sesuai untuk pemula usia 35 tahun ke atas dengan atau tanpa masalah kesehatan. Atau, lari kecil santai sesekali dan dapat dilakukan rutin kalau sudah berolahraga selama beberapa bulan atau setahun. Berlatihlah dengan durasi 30-60 menit per hari, dimulai dari 15 menit dulu, lalu tambah durasinya 3-5 menit sesuai kemampuan tiap minggu secara bertahap hingga maksimal 40-60 menit. Durasi latihan ini tidak termasuk pemanasan dan pendinginan yang masing-masing dilakukan selama 10 menit. Lakukan dengan intensitas sedang. Hal ini bisa diketahui dari pernapasan yang nyaman tanpa rasa berat dan sesekali masih bisa bercakap-cakap selama latihan.

Ajak pula suami untuk berlatih beban (weight training) menggunakan beban yang cukup ringan (yang bisa diangkat) kira-kira 15 kali repetisi. Latihan ini sangat baik untuk menjaga massa dan kekuatan otot agar tidak menurun banyak saat Anda berusia lanjut kelak. Frekuensi melakukannya cukup 2-3 kali per minggu untuk melatih semua otot-otot besar tubuh (ada sekitar 10 macam gerakan latihan).

Yang juga harus dilakukan adalah latihan kelenturan, 3-4 kali per minggu. Gerakannya mengikuti gerakan peragangan (stretching) untuk setiap otot. Bedanya dengan stretching dalam pemanasan dan pendinginan: setiap gerakan dalam posisi tertentu ditahan selama kurang lebih 30 hitungan, dan diulang sebanyak 2-3 kali. Latihan kelenturan ini berlaku untuk seluruh otot-otot besar tubuh.

Bila masih ada alasan 'terlalu sibuk untuk olaharaga', ajak pasangan untuk berolahraga di akhir pekan, sementara selama hari kerja tubuh tetap aktif bergerak. Misalnya dengan banyak berjalan atau naik-turun tangga, dengan target berjalan minimal 7500 langkah per hari.