Hot Flushes

info kesehatan Hot flushes adalah gejala yang umum dirasakan oleh wanita  di masa perimenopause atau setelah memasuki masa menopause. Gejalanya berupa rasa panas di dalam tubuh, diikuti dengan keluarnya keringat, serta jantung yang berdebar-debar. Sensasi panas itu biasanya berawal di dalam dada, terkadang juga pada wajah dan leher, kemudian menjalar ke seluruh tubuh.

Tapi jangan khawatir. Menurut dr. Frizar Irmansyah Sp.OG(K), wanita di Indonesia cukup banyak yang tidak mengalami hot flushes parah dibandingkan wanita Eropa dan Amerika. Pasalnya, gaya hidup kita relatif lebih 'sehat', misalnya banyak mengonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen --seperti tempe, tidak terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan kimia, hidup di lingkungan yang tenang, rumah tangga harmonis, dan cukup religius.

Jika serangan hot flushes tetap terjadi, maka Anda sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut untuk meredakan siksaan hot flushes:


1. Hindari hal-hal yang memperparah hot flushes, seperti berendam di air hangat, bersauna, dan berada di dalam ruangan bersuhu tinggi, atau di bawah terik matahari.

2. Hindari pula mengonsumsi alkohol, kafein, pil diet, makanan pedas, makanan panas, dan rokok.

3. Perbanyak konsumsi makanan yang bisa menjaga kadar insulin dalam darah dan menjaga kadar gula tetap stabil. Kadar insulin mempengaruhi ketahanan hormon estrogen dalam tubuh. Makanan yang mengandung isoflavon dan fitoestrogen, seperti ginseng dan kedelai, sangat baik untuk membantu menstabilkan kadar estrogen.

4. Kenakan pakaian dan seprai dari bahan alami, seperti katun yang dapat menyerap keringat sekaligus menjaga kelembapan tubuh. Jika perlu gunakan seprai dua lapis, sehingga jika hot flushes menyerang di malam hari, Anda tinggal menarik lapisan atas yang basah terkena keringat.

5. Mulailah mencatat hal-hal yang memicu hot flushes pada diri Anda (setiap orang bisa berlainan), misalnya perasaan Anda saat gejala itu menyerang. Dengan demikian, Anda bisa mengantisipasi dan meminimalisasi efeknya.

6. Segera lakukan pola hidup sehat, antara lain rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol. Belajarlah mengelola stres dan sediakan waktu untuk relaksasi di antara kesibukan kerja, terutama saat hot flushes menyerang.

7. Menjalani terapi sulih hormon (TSH) untuk menggantikan hormon estrogen yang hilang. TSH memang masih kontroversial (karena dianggap bisa memicu kanker). Maka jika Anda ingin menjalaninya, konsultasikan dengan dokter yang kompeten di bidang sulih hormon.