Jangan Minum Air Berlebihan

Info Kesehatan Niatnya untuk kebaikan, namun bila dilakukan secara berlebihan malah menjadi bumerang dan menimbulkan dampak yang buruk. Hal yang sama juga berlaku untuk program detoksifikasi. Diet detoks yang populer saat ini adalah menganjurkan orang untuk minum berliter-liter  air dalam sehari, minum untuk menghindari lapar,  dan minum walau tidak merasa haus. Meminum air putih dalam takaran besar dan frekuensi sering  dipercaya dapat mencerahkan kulit sekaligus mengeluarkan toksin (racun) dari dalam tubuh.


Padahal, kebutuhan air bagi setiap orang berbeda-beda, tergantung pada banyak hal, antara lain cuaca dan kegiatan sehari-hari (termasuk jenis, intensitas, dan frekuensi olahraga yang dilakukan). Selain itu, tubuh kita sudah dirancang dengan mekanisme alami untuk menyingkirkan racun-racun dari dalam tubuh, seperti yang dilakukan oleh organ hati, sehingga tidak perlu lagi bantuan air yang berlebihan untuk mengeluarkan racun tersebut. Organ ginjal pun memiliki mekanisme mengeluarkan air jika berlebih, atau menahan air jika tubuh kekurangan cairan.

Penting diingat, untuk penderita ginjal dan jantung, mengonsumsi air secara berlebihan justru tidak dianjurkan. Air yang dikonsumsi secara berlebih dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebabkan volume darah jadi bertambah, sehingga dapat membebani kerja jantung dan memaksanya untuk memompa darah lebih cepat. Juga dapat mendesak ginjal untuk bekerja lebih keras dari yang seharusnya, sehingga justru membahayakan. Idealnya? Minumlah air sebelum benar-benar haus, sekitar 1,5 liter per hari.