Keseringan Lembur Mengganggu Kesehatan

Info Kesehatan
Hari ini media sosial di Indonesia dikejutkan dengan berita seorang copy writer perusahaan periklanan yang meninggal karena bekerja lebih dari 30 jam. Selain karena tidak tidur, diduga Mita juga overdosis minuman berenergi.

Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk mengerti batas tubuh untuk bekerja dan memikirkan kembali risiko lembur bagi kesehatan.


Hasil studi dari Finnish Institute of Occupational Health menemukan orang yang bekerja di atas 8 jam setiap hari memiliki kenaikan risiko terkena serangan jantung 40 hingga 80 persen. Para peneliti menemukan, jam kerja yang panjang bisa membuat karyawan mengalami stroke dan serangan jantung. Penelitian ini melibatkan 22 ribu orang di seluruh dunia.

Dr. Marianna Virtanen, kepala peneliti menyebutkan, efek tersebut bisa terjadi karena pekerja lembur terlalu lama terpapar stres. Pemicu lainnya bisa disebabkan oleh kebiasaan makan yang buruk dan kurangnya olahraga karena terbatasnya waktu luang.

Pada tahun 2009, tim peneliti yang sama juga menemukan bahwa jam kerja yang panjang bisa meningkatkan risiko demensia di kemudian hari. Pekerja yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu memiliki penurunan fungsi otak, kecerdasan, dan kemampuan menyimpan memori jangka pendek.

Cathy Ross, suster senior cardiac di British heart Foundation mengatakan, jika kita terjebak di kantor sepanjang hari, maka kita harus memiliki waktu tidur yang cukup di malam hari. Sering menggerakkan tubuh dan mengurangi stres juga bisa melindungi Anda dari risiko serangan jantung. "Ada cara sederhana untuk menjaga kesehatan jantung Anda yakni berjalan kaki saat jam makan siang, menggunakan tangga bukan lift, dan mengganti camilan biskuit dengan potongan buah," ujarnya.


Hindari energy drink
Jika Anda terpaksa lembur, selain menjaga waktu tidur dan menghindari stres, yang perlu Anda hindari adalah energy drink. Minuman ini bisa bereaksi berbeda-beda di setiap tubuh. Bukannya membuat Anda berenergi, bisa-bisa tubuh Anda malah alergi, dehidrasi, kram perut, diare, mual, muntah, jantung berdebar-debar. Pada orang dengan gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan bipolar, dan masalah kesehatan lainnya, minuman berenergi bisa meningkatkan efek negatif gangguan kejiwaan.


Cara alami meningkatkan energi

Daripada membeli minuman berenergi, sebaiknya Anda tidur untuk mengembalikan energi. Selain itu, menjaga asupan nutrisi juga bisa meningkatkan energi. Konsumsi produk organik, makanan kaya serat, daging organik, dan ikan. Jangan lupa untuk rutin berolahraga, minimal 30 menit per hari, tiga kali seminggu. Latihan fisik meningkatkan sistem imun dan mood yang baik sehingga energi alami Anda akan semakin meningkat meski harus terpaksa lembur.