Khasiat Air Kelapa

Info Kesehatan Air kelapa merupakan bagian endosperma dari buah kelapa. Air kelapa muda telah dikonsumsi sebagai minuman penyegar, terutama di kawasan tropis basah. Larutan pada air kelapa memiliki keseimbangan elektrolit sehingga air kelapa tidak hanya bergizi, tetapi juga bersifat isotonis, steril, serta berkhasiat. Air kelapa sangat kaya akan ion anorganik, seperti kalium (290 mg), magnesium (10 mg), dan fosforus (9,2 mg).


Kelapa muda juga kerap disebut baby coconut, mini coconut, atau monkey coconut. Kandungan ion yang tinggi dalam air kelapa muda dapat menghasilkan tekanan osmotik yang sama dengan darah kita sehingga disebut isotonis. Kadar kalium yang tinggi dalam air kelapa muda dapat menurunkan tekanan darah. Karena alasan tersebut, air kelapa belakangan ini telah dijadikan sebagai minuman olahraga (sport drink) yang dapat menggantikan cairan tubuh setelah berkeringat selama berolahraga.

Komponen nustrisi dalam air kelapa adalah gula, serta, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan. Vitamin yang paling banyak terkandung dalam air kelapa adalah vitamin B dan C, seperti asam nikotinat (B3), asam pantothenat (B5), biotin, riboflavon (B2), asam folat, sedikit tiamin (B1), dan piridoksin (B6). Kandungan asam amino bebas, enzim (katalase, proksidase, dan RNA polimerase), dan faktor pertumbuhan di dalam air kelapa memberinya tambahan khasiat sebagai bahan pangan dan sebagai zat anti-penuaan. Secara tradisional, air kelapa hijau telah digunakan sebagai obat penawar racun, untuk membersihkan wajah (dengan cara membasuhkannya), dan untuk mengurangi kerutan.

Air kelapa yang sudah tua dapat digunakan sebagai seed nut, atau diproses secara fermentasi menggunakan bakteri Acetobacter xylinum untuk menghasilkan nata de coco yang sering disebut sari kelapa. Nata de coco, yang sudah lama populer di Filipina, merupakan pangan dengan ciri berwarna putih transparan, padat, kenyal, dan mengandung air sebanyak 98%. Nata de coco merupakan pangan yang tinggi kadar seratnya (dietary fiber), sangat rendah kadar lemaknya, dan tidak mengandung kolesterol. Penyajian nata de coco yang kurang tepat, misalnya dihidangkan dengan sirop atau larutan gula pekat, justru dapat menurunkan manfaat kesehatan nata de coco, bahkan dapat memicu timbulnya kegemukan.