Kopi Pencuri Tidur

Info Kesehatan Hampir semua pecandu kopi pasti akan mengamini, sangat sulit melewati hari tanpa kopi. Mereka seolah tidak peduli akan sejumlah tuduhan buruk yang dialamatkan pada kopi; di
antaranya bisa menyebabkan kelebihan kafein dan insomnia. Kandungan kafein juga bersifat adiktif, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala bagi pecandunya bila absen mengonsumsi.

Kafein yang terkandung dalam kopi (juga dalam teh) merupakan senyawa alkaloida yang aman dikonsumsi namun dapat menimbulkan reaksi tertentu pada tubuh. Kafein merupakan salah satu senyawa alkaloida yang termasuk dalam kelompok metilxantin. Senyawa ini secara alami merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada minuman kopi, teh, dan cokelat.


Kafein yang masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi metabolisme -karena kafein memengaruhi sistem saraf pusat dan meningkatkan laju detak jantung. Akibatnya konsumsi kafein bisa membuat kita terus terjaga, bahkan pada individu tertentu bisa menyebabkan sulit tidur, atau setidaknya mengurangi kualitas tidur. Kafein juga mempunyai sifat deuretik, yaitu meningkatkan instensitas buang air kecil -yang jika terjadi secara serius bisa berujung pada dehidrasi.

Karena berbagai pengaruh tersebut, maka saran umum yang biasa diberikan kepada peminum kopi adalah: minumlah kopi dalam dosis yang wajar, tidak lebih dari 3 atau 5 cangkir per hari. Namun yang juga perlu diperhatikan, kandungan kafein pada minuman kopi sangat bervariasi, tergantung pada selera setiap orang.

Rata-rata dalam secangkir minuman kopi terdapat 80-115 mg kafein; tergantung encer-kentalnya kopi. Di samping itu perlu juga disadari bahwa kafein tidak hanya ada pada minuman kopi saja; tetapi juga pada produk pangan dan minuman lain, seperti minuman ringan, minuman 'berenergi' dan lain sebagainya. Berbagai minuman energi mengandung kafein sekitar 70-150 mg per botol saji. Oleh karena itu sebaiknya Anda membiasakan membaca label sebelum membeli dan mengonsumsi suatu produk minuman.

Dr. Donald Hensrud, M.D, spesialis pengobatan preventif dari Mayo Clinic, mengemukakan pengaruh kopi terhadap kesehatan berkaitan dengan bagaimana tubuh masing-masing individu mencernanya. Bererapa orang tertentu punya kemungkinan mendapatkan masalah kesehatan jantung saat mengonsumsi kopi secara reguler, sedangkan yang lain tidak. Mengonsumsi kafein juga dapat menimbulkan reaksi seperti jantung berdebar, gelisah, pernapasan meningkat, tremor otot, dan mengalami ketagihan jaringan.

Sebuah penelitian juga mengungkapkan, orang yang punya kebiasaan mengonsumsi kopi lebih dari 5 cangkir sehari berisiko mengalami gangguan jantung, meningkatkan kadar gula pada penderita diabates, dan meningkatkan tekanan darah. Pada wanita hamil, konsumsi kafein dapat mengganggu kehamilan yang bisa berujung pada kegagalan persalinan, dan/atau bayi lahir abnormal.