Masakan Gosong Meningkatkan Risiko Kanker

Info Kesehatan Makanan apapun, sebaiknya tidak dipanggang sampai gosong. Karena zat kimia tertentu yang dihasilkan dari proses menggoreng, memanggang atau membakar, dapat meningkatkan risiko kanker pada perempuan. Bahan makanan seperti daging, ikan, kentang, dan roti yang dimasak sampai gosong berkaitan dengan kejadian kanker ovarium dan rahim, oleh karena zat acrylamide yang dihasilkannya. 

Memasak makanan hingga gosong, yang pasti merusak kandungan nutrisi pada bahan makanan tersebut. Tujuan memasak makanan adalah
untuk memudahkan nutrisi dicerna. Memasak makanan hingga gosong, tidak akan menambah rasa menjadi lezat, malah bisa merusak. Malah, makin lama bahan makanan dimasak – terutama bila sampai gosong – akan meningkatkan konsentrasi karsinogenik, yaitu acrylamide. Acrylamide dibentuk dari karbohidrat yang dimasak berlebihan, misalnya kentang, roti dan jagung.  Acrylamide ini bisa memicu kanker, seperti sudah diuji cobakan pada binatang di laboratorium. Acrylamide terbentuk ketika karbohidrat dipanasi. Semakin panas dan semakin warnanya coklat, semaking tinggi kandungan  acrylamide di dalamnya.

Pada daging, pemasakan berlebihan sampai gosong, juga bisa merusak kesehatan. Kandungan lemak, protein dan gula pada daging, bila dipanasi hingga gosong akan mengubah struktur molekulnya. Daging jadi lebih sulit dipotong, dikunyah dan dicerna oleh lambung dan usus.  Karena sulit dicerna, daging akan lebih lama berdiam diri di dalam usus dan menimbulkan racun.

Daging yang dimasak sampai gosong akan menghasilkan heterocyclic amines, dan polycyclic aromatic hydracarbon terbentuk ketika cairan lemak jatuh ke dalam api dan membesarkan api. Api yang mengandung polycyclic ini menyentuh daging yang sedang dibakar. Kedua zat tersebut akan memicu kanker.

Asam amino di dalam daging sangat peka pada panas dan mudah rusak. Asam amino ditambah oksigen dan besi, di dalam darah kita bisa bereaksi. Ini menghasilkan racun yang tidak penting bagi tubuh tetapi diserap juga. Ketika masuk ke peredaran darah, hati dan ginjal harus mengurainya, sehingga memberikan beban berat bagi kedua organ ini.

Berikut ini cara memasak daging yang baik:
•  Masak daging sebagai kaldu sup
• Potong-potong daging setelah dimasak, bukan sebelumnya karena lemak membantu menahan kekenyalan daging. 
• Bungkus dalam aluminium foil bila ingin memanggang daging, agar daging tidak langsung bersentuhan dengan api. Daging yang langsung bersentuhan dengan api akan kehilangan lemak yang penting untuk melembutkan daging. 
• Masak daging bersama sayuran.
• Olesi minyak sebelum dipanggang.
• Hindari memanggang daging dengan api besar dan cepat, karena daging akan gosong di bagian luar dan mentah di bagian dalam.
• Masak daging secara slow cook.