Mengatasi Nyeri Punggung

info kesehatan Menurut dr. Norman Zainal, SpOT., M.Kes.FICS dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), obat yang diberikan biasanya golongan NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammation Drug), yaitu obat pengurang nyeri, peradangan, dan pembengkakan, neurotropic (untuk saraf, biasanya vitamin B), serta bisphosponate–obat khusus untuk merangsang pertumbuhan tulang baru dan menghambat pengeroposan tulang. Bisphosponate harus diminum setiap hari. Tapi kini telah tersedia obat yang hanya perlu diminum seminggu sekali.

Jika nyeri punggung disebabkan kurangnya estrogen karena menopause, penderita dianjurkan melakukan terapi sulih hormon (Hormone Replacement Therapy) dan tetap mengonsumsi bisphosponate. Terapi ini harus di bawah kontrol. Dokter ortopedi biasanya bekerja sama dengan spesialis obstetri dan ginekologi dalam menangani pasien.
   
Terakhir, penderita diberi preparat kalsium. Sebenarnya, konsumsi makanan yang seimbang dan susu sudah cukup. Tapi, karena penyerapan nutrisi pada orang-orang setengah baya tidak sebaik dulu, maka preparat kalsium tetap diperlukan. Namun, untuk bisa menempel di tulang, kalsium memerlukan vitamin D3 aktif. Vitamin D3 diaktifkan oleh kulit dengan cahaya matahari pagi. Bila penderita jarang terkena sinar matahari, dokter akan memberi tambahan vitamin D3 aktif. Selain mengasup vitamin D3, penderita juga harus aktif bergerak. Jika tidak, kalsium tetap tak bisa menempel di tulang.

Operasi kecil

Di samping konsumsi obat dan kalsium, masih ada alternatif untuk mengatasi tulang keropos dan nyeri yang ditimbulkan, yaitu operasi kecil vertebroplasty atau vesselplasty. Menurut dr. Norman Zainal, operasi ini tergolong baru. Di sini, pasien disuntik dengan bone cement pada tulang punggung yang keropos. Bone cement adalah materi kimia berbentuk cair yang akan mengeras setelah dimasukkan ke dalam tulang, seperti semen. Hasilnya, tulang yang tadinya keropos akan kembali padat dan rasa nyeri otomatis hilang.
   
Operasi lain yang juga baru di Indonesia adalah micro-LOVE operation yang bertujuan menghilangkan nyeri punggung akibat terjepitnya saraf. Selain karena tulang keropos, saraf terjepit juga salah satu penyebab nyeri punggung yang umum terjadi pada orang-orang paruh baya.

Di antara dua ruas tulang punggung terdapat bantalan tulang guna meredam getaran. Bantalan ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian luar (bungkusnya) dan bagian dalam yang berisi jaringan. Seiring lanjutnya usia, daya dukung bantalan menurun. Isi bantalan menonjol keluar dan menekan saraf di belakangnya. Inilah yang menimbulkan nyeri.   
   
Pada operasi micro-LOVE, bantalan yang menekan saraf diambil secukupnya dengan alat khusus untuk operasi mikro. Alat ini masuk dari kulit punggung ke celah di antara dua ruas tulang punggung. Bagian bantalan yang diambil hanya yang mengganggu. Biasanya sedikit, yaitu sekitar 0,5-1 cc. Operasi ini juga tergolong mikro, luka bekas operasinya hanya sepanjang 2 cm. Bahkan, bagian luar kulit tidak perlu dijahit dan cukup direkatkan dengan sterilstrip (semacam plester kecil). Dalam waktu dua hari, penderita diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan bisa kembali aktif.