Teh Hijau Penjaga Kesehatan Tubuh (1)

Info Kesehatan Khasiat teh yang dibuat dari Camellia Sinensis ini terletak pada kandungan polyphenol yang ada di dalamnya -yang membuatnya memiliki zat antioksidan yang bahkan lebih besar dari vitamin C. Polyphenol ini dikategorikan sebagai catechin. Teh hijau memiliki enam komponen catechin yaitu catechin, gallaogatechin, epicatechin, epigallocatechin, epicatechin gallate, dan apigallocatechin gallate (untuk mudahnya disebut EGCG). Karena difermentasikan, ia mempertahankan EGCG-nya, yang berkhasiat menetralkan radikal bebas yang berbahaya, dan dengan demikian membantu memperkecil risiko kanker. Penelitian menunjukkan bahwa EGCG menekan pertumbuhan sel kanker dan ikut 'campur tangan' dalam metabolisme tumor.

Antioksidan teh hijau baik pula untuk jantung karena berjasa menurunkan angka
kolesterol LDL (kolesterol 'jahat') dan melenturkan arteri sehingga memperlancar peredaran darah. Minum teh hijau secara teratur juga baik bagi gusi dan gigi, selain berkhasiat melangsingkan. Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa teh hijau membantu metabolisme, berkat kombinasi antara EGCG dan kafein yang dikandungnya.

Soal kemampuan EGCG, beberapa peneltian mengaitkan dampak minum teh dengan apa yang disebut Paradoks Prancis ("French Paradox"). Selama bertahun-tahun, para peneliti merasa takjub, mengapa masyarakat Prancis, sekalipun banyak makan lemak, pasien jantungnya tak sebanyak yang tercatat di Amerika Serikat. Jawabannya terletak pada anggur merah, yang mengandung resveratrol, jenis polyphenol yang membatasi dampak negatif lemak dan rokok. Dalam penelitian tahun 1997, para peneliti dari University of Kansas menetapkan bahwa khasiat EGCG dua kali lipat resveratrol, yang pada gilirannya menjelaskan mengapa orang Jepang -yang rajin minum teh- juga jarang terserang penyakit jantung, sekalipun banyak merokok.

Teh hijau berasal dari Cina dan telah sekian lama diasosiasikan dengan banyak kultur di Asia, dari Jepang hingga Timur Tengah. Teh ini semakin lama semakin disukai di belahan bumi barat, yang telah berabad-abad terbiasa minum teh hitam. Banyak varietas teh hijau telah diciptakan di negeri-negeri tempat ia dikembangkan. Varietas-varietas ini bisa saja berbeda tergantung dari lingkungan tempat tumbuhnya teh, pemrosesannya, dan waktu panennya.

Masyarakat Cina telah mengetahui khasiat teh hijau sejak zaman dulu. Mereka menggunakannya untuk mengobati penyakit, dari sakit kepala hingga depresi. Dalam bukunya Green Tea: The Natural Secret for a Healthier Life, Nadine Taylor menyatakan bahwa teh hijau telah digunakan sebagai obat di Cina selama paling tidak 4.000 tahun.