Kesehatan : Mengenal Penyakit Asfiksia

Kesehatan : Mengenal Penyakit Asfiksia
Kesehatan - Dunia kembali dirundung berita duka dengan kabar meninggalnya seorang aktor terkenal Robin Williams. Meskipun kabar kepergiannya sangat mengejutkan, semua karya-karyanya masih akan selalu dikenang sampai kapan pun. Kematian aktor dan komedian kawakan ini diduga oleh pihak kepolisian disebabkan oleh asfiksia akibat dari bunuh diri. Apa itu asfiksia?

" Asfiksia merupakan kematian mendadak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen. Dengan kata lain orang yang terkena asfiksia mengalami gangguan mekanis yang menghalangi pernapasannya. Orang yang tercekik atau dibekap bisa meninggal karena mengalami asfiksia ini. "
 

Dilansir dari livestrong.com, kondisi medis atau lingkungan juga bisa menjadi penyebab asfiksia, misalnya komplikasi saat anestesi umum atau karena menghirup asap. Orang yang terkena asfiksia akan kesulitan mendapatkan bernapas dan oksigen tidak bisa mengalir hingga ke otak.

Secara umum ada empat tanda yang menunjukkan bahwa seseorang  terkena asfiksia. Pertama, kesulitan bernapas. Wajah orang yang kesulitan bernapas ini pun bisa jadi membiru dan berjuang keras untuk menghirup oksigen tapi tidak bisa mendapatkan udara yang dibutuhkan.

Kedua, adanya busa. Setelah sesak napas, busa yang sangat khas akan terbentuk di saluran pernapasan. Hal ini terjadi ketika lendir paru-paru bercampur dengan udara di trakea, akibat kehilangan kemampuan untuk bernapas. Ketika seseorang tenggelam, busa khas ini bisa ditemukan di dalam paru-paru atau tenggorokan.

Ketiga, cedera di leher. Memar di leher, leher yang berdarah, atau tulang leher yang patah bisa menjadi penyebab asfiksia. Korban juga bisa menyebabkan cedera di lehernya sendiri dengan kuku jari saat mereka mencakar-cakar lehernya agar bisa bernapas.

Keempat, adanya perdarahan. Korban asfiksia bisanya akan memiliki mata yang merah semerah darah. Matanya akan terlihat kemerahan dengan bintik-bintik kecil berwarna merah atau ungu. Kondisi ini disebabkan oleh adanya tekanan yang berlebihan di dalam kepala, sehingga kapiler-kapiler kecil pecah di mata. Perdarahan semacam ini juga bisa terjadi di wajah, leher, dan paru-paru.

Artikel Kesehatan Menarik Lainnya ...